Gempa berkekuatan 7,5 mengguncang Aceh Rabu sore dengan pusat gempa berada di bawah laut dekat Pulau Simeulue, yang terletak di pantai barat Aceh.

Sejumlah laporan mengatakan setidaknya tiga orang tewas dan 25 lainnya menderita luka-luka. Beberapa bangunan juga dikatakan rusak.

Keadaan di kota Sinabang, ibukota Simeuleu belum jelas karena jaringan komunikasi ke kota itu masih terputus.

Namun, di desa Salang yang terletak dua jam dari Sinabang terjadi kepanikan.

Ratusan warga dilaporkan mengungsi ke gunung terdekat karena takut terjadi tsunami.

Pusat gempa terletak tidak jauh dari gempa di bawah laut yang memicu gelombang tsunami pada tahun 2004, yang menewaskan 200.000 orang.

‘Kepanikan warga’

Warga Aceh mengatakan gempa terasa sampai hampir semenit dan guncangan terasa sampai sejauh lebih dari 300 km dari ibukota Banda Aceh, di mana warga mengevakuasi gedung ketika guncangan terasa.

“Semua berguncang sangat kuat selama lebih dari semenit dan saya lari bersama orang-orang lainnya. Saya dengar orang-orang berteriak karena panik,” kata Ahmad Yushadi kepada kantor berita Associated Press.

Para petugas medis mengatakan belum ada laporan tentang korban atau kerusakan dari kota-kota di sepanjang pantai barat laut Sumartra, namun saluran jaringan di Simeulue putus.

Kepada badan SAR di Aceh Zainul Tahar mengatakan dia sudah berbicara melalui radio SW kepada petugas pelabuhan di Sinabang.

“Saya diberitahu bahwa tidak ada kerusakan, meski terjadi kepanikan,” katanya kepada kantor berita AFP.

Penduduk Simeulue dilaporkan melarikan diri ke tempat-tempat yang lebih tinggi karena takut akan ancaman tsunami.

Gempa berkekuatan 9 di bawah laut dekat dengan Pulau Simeulue pada tanggal 26 Desember 2004 memicu gelombang tsunami yang menyapu ribuan kilometer di Samudra Hindia.

Tiga bulan kemudian, gempa berkekuatan 8,7 menewaskan 1.000 orang di Simeulue dan Nias.

Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/02/080220_simeuluequake.shtml

Facebook Comments