Kondisi Fisik LP Gunungsitoli Terburuk di Sumut

Wednesday, February 20, 2008
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)

Kondisi fisik di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Gunungsitoli Nias, terburuk di Sumatera Utara.

Hal itu terbukti, sejak gempa 28 Maret 2005 lalu LP Gunungsitoli hingga saat ini belum mendapatkan rehabilitasi dan rekonstruski dengan baik.

Kepala Lapas Kelas II B Gunungsitoli Asih Widodo BCip,SH didampingi Kepada Kesatauan Pengamanan Lembaga Permasyarakat (KKPLP) Kelas II B Gunungsitoli SY Pengabean kepada Analisa Senin, (18/2) di kantornya Jalan Mistar Gunungsitoli, membenarkan hal itu.

“Kondisi fisik Lapas Gunungsitoli saat ini sangat memprihatinkan jika kita melihat, secara idealnya Lapas Gunungsitoli sudah tidak layak, bila diperbanding dengan daerah-daerah lain yang ada di Sumatera Utara,” katanya.

Asih Widodo mengatakan, Lapas Gunungsitoli hingga saat ini masih dalam keadaan darurat, tidak selayak sebuah lembaga permasyarakatan yang standar yang dalam artian, mempunyai pagar pengaman yang baik dan fasilitas lainnya yang dapat mendukung keamanan.

Lapas Kelas II B Gunungsitoli hingga saat ini kondisinya sangat memprihatinkan seperti, pagar pengaman yang tidak tertutup atau hanya terbuat dari seng, dinding bangunan yang masih retak-retak serta beberapa fasilitas lainnya yang masih belum tertata dengan baik.

Ditambah lagi, pada saat gempa susulan 6,2 SR pada tanggal 23 Januari lalu beberapa dinding Lapas Gunungsitoli yang sudah retak semakin parah.

Menurut Kalapas, penghuni Lapas Gunungsitoli hingga saat ini over kapasitas yang idealnya penghuni Lapas Gunungsitoli hanya dapat menampung 100 orang.

Namun kondisi penghuni Lapas hingga saat ini, 218 orang terdiri dari Napi, 81 orang dan tahanan 137 orang, dengan petugas penjaga yang hanya 9 orang yang dibagi dalam 3 shif.

Namun, kendala dan keterbatasan itu, tambah Widodo tidak membuat semangatnya lemah untuk tidak bekerja secara makasimal. Dengan upaya-upaya dan dana yang tersedia, kendala dapat pelan-pelan dapat terjawab.

Selain itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingini dari sisi keamanan, pihaknya mencoba melakukan pendekatan secara emosional, baik itu kepada pegawai Lapas sendiri maupun kepada para penghuni penjara, hingga dengan pola yang dilakukan saat ini dapat berjalan dengan baik.

Hal ini juga terbukti dengan bantuan berbagai pihak, hingga saat ini tidak ada penghuni yang melarikan diri.

“Kita juga menyadari pola pendekatan yang dilakukan dapat membantu tugas-tugas yang kita lakukan selama ini, namun hal ini tidak menjadi jaminan mutlak, jika kita lihat dari sisi keamanan, karena pikiran manusia secara psikologis dapat berubah-ubah setiap saat, apalagi dengan kondisi Lapas yang hanya berpagar seng, hingga ini juga menjadi satu kekhawatiran kita,” imbuh Widodo.

Gedung Baru
Tentang pembangunan gedung baru Lapas Gunungsitoli di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli, Widodo mengatakan, hingga saat ini bangunan gedung baru sedang dalam proses pembangunan yang direncanakan akan diserah terimakan pada 28 Pebruari 2008 mendatang.

Hingga saat ini, pembangunan gedung itu masih mengalami kendala seperti pembebasan lahan dari pihak pemerintah daerah sebagai penghibah kepada sebagian masyarakat yang mengkalim tanahnya serta beberapa kendala lainnya.

Sementara pantauan Analisa di lokasi pembanguan LP Gunungsitoli di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara, Senin (18/2), terlihat sedang dilakukannya pembangunan pagar keliling dan berdirinya beberapa gedung baru seperti aula, blok 1 yang terdiri dari 10 ruang sel yang di sekelilingnya ditumbuhi rumput-rumput tinggi,hingga terkesan bangunan tumbuh liar di dalam hutan. (kap)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2008
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829