Bom Bunuh Diri Menewaskan 80 Orang di Afganistan

Monday, February 18, 2008
By nias

Sebuah bom bunuh diri menewaskan lebih dari 80 orang di daerah piknik di Kandahar hari Minggu kemarin (17/2). Menurut pemerintah Afganistan kejadian ini merupakan serangan yang paling banyak menelan korban sejak Taliban disingkirkan pada tahun 2001.

Dalam sebuah pernyataan, kementrian dalam negeri mengatakan korban jiwa bisa bertambah karena sejumlah orang mengalami luka serius: “Kejadian ini menewaskan 80 orang dan melukai 50 orang”.

Gubernur Kandahar, Assadullah Khalid, mengatakan pemboman ini merupakan perbuatan musuh-musuh Afganistan, istilah yang digunakan pemerintah untuk para pemberontak Taliban dan sejawatnya dalam kubu al-Qaida.

Serangan ini akan memaksa Amerika Serikat dan koalisinya untuk memikirkan cara yang lebih baik untuk memangkas tingkat kekerasan dan meningkatkan stabilitas di Afganistan.

Serangan tersebut terjadi di sebuah lapangan di Arghandab, di perbatasan barat kota Kandahar di mana kerumunan orang, termasuk anggota polisi, sedang menonton adu (perkelahian) anjing.

Seorang pejabat mengatakan 6 anak-anak dan 14 anggota polisi termasuk Abdul Hakim, kepala satuan polisi bantuan setempat, terbunuh dalam pemboman itu .

Para saksi mata mengatakan setelah dentuman dahsyat sejumlah pengawal Abdul Hakim menembaki kerumunan, menyebabkan jatuhnya korban. Para wartawan tidak diizinkan berbicara kepada para korban dan para pejabat tidak memberikan komentar atas laporan penembakan oleh anggota kepolisian.

“Adu anjing sedang berlangsung ketika secara tiba-tiba dentuman besar kedengaran,” kata salah seorang saksi mata, Abdul Rahman, yang saudaranya terbunuh dalam kejadian itu.

Adu anjing, musik, dansa dan televisi sangat digemari di Afganistan, tetapi dilarang oleh Taliban. Kandahar dikenal sebagai basis kuat Taliban, yang biasanya mengandalkan serangan bunuh diri dalam kampanyenya untuk memaksa pendudukan asing keluar dari Afganistan dan juga untuk menjatuhkan pemerintah Afganistan.

Dilukiskan sebagai serangan paling berdarah sejak rejim Taliban dijatuhkan pada tahun 2001 oleh tentara yang didukung Amerika, insiden kemarin memakan lebih banyak korban daripada pemboman bunuh diri yang terjadi November lalu di provinsi utara Baghlan, yang menelan lebih dari 75 orang, termasuk 6 orang politisi.

Para pemberontak Taliban telah menunjukkan kebangkitan kembali dalam dua tahun terkahir di tengah-tengah kehadiran 140,000 tentara Afganistan yang dibantu oleh lebih dari 50,000 tentara asing di bawah komando NATO.

Sudah lebih dari 11,000 orang terbunuh dalam kekerasan. Umumnya pembunuhan terjadi di daerah-daerah perbatasan dengan Pakistan di mana para pemberontak menyembunyikan diri di daerah yang tak tersentuh hukum; dari sana para pemberontak juga sering melakukan penyerangan ke dalam daerah Pakistan.

Sejumlah politisi barat berpendapat dibutuhkan kekuatan militer yang lebih besar dari sekarang untuk mengalahkan para pemberontak dan untuk menghindari Afganistan kembali ke dalam anarki.

Presiden Hamid Karzai, yang telah memimpin Afganistan sejak Taliban disingkirkan, menginginkan lebih banyak dana bantuan dan pelatihan angkatan bersenjata Afganistan oleh negara-negara barat. (Guardian/*)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2008
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829