*Memanggil binatang piaraan/ternakan dalam bahasa Nias

Bagaimana memanggil binatang piaraan/ternak dalam bahasa Nias ? Apa ‘kata’ atau ‘kode’ yang kita pakai untuk memanggil (berkomunikasi dengan) mereka ? Asu (anjing), bawi (babi), bebe (bebek), beo/magiao (burung beo), manu (ayam), mao (kucing), mafaradi (merpati) merupakan binatang piaraan/ternak yang umumnya dikenal masyarakat Nias di zaman dahulu. Namun sekarang, barangkali hanya 4 jenis yang masih banyak dipelihara di Nias, yaktni: anjing, babi, ayam, dan kucing.

Kita memanggil anjing dengan kata ‘yöö…’, sedang babi (yang sudah dewasa) kita panggil dengan kata ‘sö sö sö ..’. Untuk ono mbawi (anak babi) barangkali kita cukup mengeluarkan bunyi dari getaran yang dihasilkan dari persentuhan antara lidah kita dengan araro (langit-langit) dan ifö (gigi) kita.

Panggilan kepada binatang ini biasanya dilakukan ketika kita ingin memberi mereka makan atau untuk menangkap mereka.

Bagi yang punya bebek, ucapkan kata/kode: ‘wi wi wi …’ ketika hendak memanggil mereka sambil menjatuhkan makanan dekat Anda supaya mereka mendekat.

Kita berkomunikasi dengan magiao (burung beo) dengan menyebutkan langsung namanya: “beo ..”, entah untuk memberi makan (gae zia’ta – sejenis pisang yang biasanya diberikan untuk beo) atau untuk menyapanya supaya ‘berkicau’ lagi.

Kita memanggil ayam yang tidak dikandang dengan kata: “ruuuu..ö .. ruuuu..ö” sambil menjatuhkan menir, gabah atau ubi ke tanah tempat kita berada.

Memanggil mao ? Ya “mao…” saja.

Dahulu merpati cukup banyak dipelihara di desa-desa di Nias dengan membuat rumah mereka berbentuk kotak-kotak dan papan kayu pada ketinggian 3 – 5 meter dari permukaan tanah. Ada dulu semacam kepercayaan lokal (sekurang-kurangnya di daerah Muzöi dan sekitarnya) bahwa larinya (tak kembalinya) merpati-merpati piaraan seseorang menunjukkan peruntungan yang bersangkutan akan jelek (barang dagangan, makanan jualan dan sebagainya tidak laku, usaha sawah atau ladangnya tidak berhasil, dan seterusnya).

Sa sa sa .. “ adalah panggilan untuk merpati.

Isigö – Halau
Kalau kita mengahalau (mangisigö) binatang-binatang itu, kita menggunakan kata: “hissi .. hsss …atau sssss .. sy .. sy” sambil menggerakkan tanggan atau mengarahkan potongan kayu atau bambu ke arah mereka.

Kita menghalau anjing dengan kata: “Hae !

E. Halawa*

Facebook Comments