Enam orang tewas termasuk pemilik senjata dan 16 lainnya luka-luka dalam penembakan membabibuta hari ini di Universitas Northern Illinois dekat Chicago. Demikian penjelasan Presiden universitas tersebut kepada pers hari ini.

“Pada laporan terakhir, ada 6 orang korban, termasuk pemilik senjata. Empat perempuan dan dua orang laki-laki. Empat orang meninggal di tempat kejadian. Dua meninggal di rumah sakit,” Peter menjelaskan kepada koneferensi pers di universitas tersebut.

Orang tersebut menembaki orang-orang dalam ruang kuliah yang penuh sesak sebelum membunuh dirinya sendiri. Ini merupakan penembakan kelima di kampus/sekolah dalam seminggu gelombang kekerasan di sarana-sarana pendidikan Amerika Serikat.

Polisi di kampus tersebut mengatakan pemilik senjata adalah seorang mahasiswa dari kolese lain, tetapi mereka tidak menyebutkan jati dirinya.

Mereka mengatakan ia membunuh dirinya sendiri pada panggung ruang kelas yang sama di mana dia mulai menembaki para korban. Peristiwa itu berlangsung menjelang berakhirnya kuliah tengah hari tentang ilmu kelautan. Pembunuh itu memiliki 3 pucuk senjata.

Para pejabat kampus Universitas Northern Illinois mengatakan tidak mengetahui motif penembak itu yang muncul tiba-tiba di depan ruang kuliah dan menembaki para korban.

Para saksi mata mengatakan orang itu mengosongkan pistolnya lalu mengarahkan senjata laras panjang kepada para mahasiswa dalam teater kuliah itu. Seorang saksi mata mengatakan orang tersebut berusaha mengisi kembali peluru ke dalam senjatanya.

“Dia mengarahkan senjata kepada kerumunan mahasiswa tetapi saya pikir dia tidak mengarahkan kepada seseorang,” kata saksi mata Sheila kepada Radio WBBM.

“Ia tenang. Ia berdiri di panggung di depan setiap orang dan mulai menembaki.”

“Saya melihat dia sedang memegang senjata yang besar. Saya pikir senjata palsu tetapi kemudian saya menyadari ia sungguh-sungguh menembaki orang-orang dan saya tiarap,” katanya.

“Saya melihat banyak darah. Pakaian saya berlumuran darah.”

Koran Daily Herald di Chicago melaporkan bahwa penembakan itu terjadi dua bulan setelah para pejabat Universitas Northern Illinois menutup kampus selama sehari di bulan Desember karena sebuah ancaman dari seseorang tak dikenal.

Koran tersebut menulis bahwa ancaman orang yang tak dikenal itu mencakup makian bersifat rasial dan juga menyinggung tentang penembakan yang terjadi bulan April tahun lalu di Virginia Tech University di mana 32 orang ditembak oleh seorang mahasiswa yang mentalnya terganggu.

Menurut situs Daily Herald peringatan grafiti bahwa “berbagai hal akan berubah dalam waktu cepat” dituliskan di dinding kamar mandi dalam sebuah asrama. (*)

Facebook Comments