Gunungsitoli, (Analisa)

Mekaraman Zebua alias Meka (15), salah seorang dari dua pelajar SMP Negeri 5 Gunungsitoli yang hilang, beberapa waktu lalu, kini telah pulang ke rumah orangtuanya.

Hal itu disampaikan Kordinator Children Center Pusaka Indonesia-Unicef (CC PI-Unicef) Nias Joni Arinato Nazara kepada Analisa.

Joni Arinto Nazara menyebutkan, Mekaraman Zebua kembali ke rumah orangtuanya, Minggu (10/2). Hasil wawancara Staf CC Pusaka Indonesia-UNICEF dengan orangtua Mekaraman Zebua Mekaraman Mengku di Desa Tumori, anaknya kembali, Minggu, (10/2) pukul 09.00 WIB.

Menurut Mekaraman Zebua pada 21 Januari 2008 ia diajak Bobby jalan-jalan ke Pelabuhan Angin Gunungsitoli mengendarai sepeda milik Bobby, hingga hari itu mereka tidak masuk sekolah.

Mekaraman menuturkan, sesampainya di Pelabuhan Bobby mengajak Mekaraman Zebua jalan-jalan ke seberang atau Sibolga. Mekaraman Zebua setuju untuk pergi ke seberang, lalu Bobby menjual sepedanya pada seorang penjahit sepatu di depan kantor Polisi Militer dengan harga Rp100.000, kemudian mereka masih mengenakan pakaian seragam sekolah berangkat menumpang kapal.

Di atas kapal, mereka bertemu dengan seorang Bapak yang juga suku Nias, tetapi mereka tidak mengetahui nama Bapak itu dan menawarkan pekerjaan kepada mereka.

Mekaraman dan Bobby lalu menerima tawaran pekerjaan diberikan Bapak itu. Sesampai di Pelabuhan Sibolga, mereka dibawa bapak yang baru mereka kenal di atas kapal ke daerah Prambunan dan membawa mereka ke rumah Ama Gaucok.

Hari itu juga Bapak itu, mencarikan pekerjaan untuk Mekaraman Zebua dan Bobby. Orang itu mengaku menemukan pekerjaan untuk Bobby dan membawa Bobby ke tempat pekerjaan, sedang Mekaraman Zebua dibawa ke perusahaan kopi yang berada di Jalan Senteo, hingga mereka bertemu dengan seorang laki-laki bernama Kiat.

Berdasarkan pengakuan Mekaraman Zebua, Kiat mengenal orang yang mencarikan pekerjaan buat mereka. Setelah itu, Mekaraman tinggal di tempat pekerjaannya dan sejak saat itu, Mekaraman tidak bertemu dengan orang yang mencarikan pekerjaan untuk mereka.

Selanjutnya, 8 Februari 2008 Mekaraman membaca di Harian SIB tentang berita anak hilang di Gunungsitoli dan Mekaraman Zebua melihat nama kedua orangtuanya tertulis di suratkabar itu.

Mengetahui, ia sedang dicari kedua orangtuanya Mekaraman Zebua permisi kepada majikan tempat ia bekerja untuk pulang ke Nias.

Lalu majikannya memberikan uang Rp100.000 untuk beli tiket dan jajan selama di perjalanan, dan sisanya seorang temannya memberikan Rp20.000 kepadanya. (kap) (Analisa, 14 Januari 2008)

Facebook Comments