Gunungsitoli, (Analisa)

Brankas Rumah Sakit Umum (RSU) Gunungsitoli Nias dibobol maling, hingga uang kontan Rp170 juta di dalam brankas lenyap, Kamis (31/1) sore.

Kejadian bobolnya brankas yang berada di lantai tiga rungan kerja bagian keuangan dan program RSU Gunungsitoli itu, membuat heboh di kalangan rumah sakit.

Kapolres Nias melalui Kasat Reskrim AKP RA Purba yang dihubungi Analisa di ruang kerja, Jumat (1/2) membenarkan terjadi pencurian dan pembobolan brankas di RSU Gunungsitoli.

Hasil penyelidikan Polres Nias, kata AKP RA Purba, pembobolan brankas terjadi pukul 16.30 WIB. Dari penyelidikan dilakukan, salah satu pintu masuk ke ruang keuangan dan program RSU Gunungsitoli tampak rusak, akibat dicongkel benda keras.

Brankas telah terbongkar dan kosong serta beberapa bagian brankas ukuran sekitar 40-50 centimeter itu, hancur diduga membukanya dilakukan dengan benda keras atau mesin pemotong.

Pihak Polres Nias melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 5 orang buruh bangunan yang sedang bekerja di sekitar lokasi dang diduga keras terlibat dalam kasus itu, mereka S (mandor), MH, GH, E, K, M. Kelima orang itu sedang melakukan pemeliharaan gedung RSU Gunungsitoli yang baru diserahterimakan pihak Mercy Malaysia kepada Pemerintah Indonesia.

Sementara dari petunjuk pemeriksaan awal, diduga P (21) menjadi pelaku utama. Hingga saat ini pihak Polres Nias masih terus memburu keberadaan P yang diduga masih berada di sekitar pulau Nias.

Untuk pengembangan penyelidikan, Jumat (1/2), Polres Nias sedang melakukan pemerikasan terhadap 5 orang staf Rumah Sakit Umum Gunungsitoli. Dari peristiwa itu, pihak Polres Nias hingga saat ini masih menyita brankas sebagai alat bukti

Kepala Rumah Sakit Umum Gunungsitoli dr Yulianus Mendrofa, MARS kepada wartawan di lantai III RSU Gunungsitoli menuturkan, kejadian ini berawal ketika seorang anggota satuan pengamanan dari Satpol PP menemukan pintu masuk ke ruangan lantai III terbuka.

Setelah dilaporkan, pihaknya menyampaikan laporan informasi kepada Polres Nias yang kemudian datang mengadakan pemeriksaan.

Akibat bobolnya brankas itu, jelas Yulianus Mendrofa, dana untuk jasa para dokter yang bertugas di RSU Gunungsitoli dan dokter yang sedang studi di UGM sebesar seratus juta lebih lenyap. (kap) (Analisa, 2 Feb. 2008)

Facebook Comments