Universitas Swasta Tembus Dominasi Negeri

[JAKARTA] Dominasi universitas negeri dalam peringkat perguruan tinggi terbaik di Indonesia mulai dipatahkan oleh universitas swasta. Hasil kajian Majalah Globe Asia, yang diterbitkan pada edisi Februari 2008, memperlihatkan bahwa peringkat universitas swasta seperti Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Trisakti unggul atas sejumlah universitas negeri ternama.

Dalam melakukan pemeringkatan, GlobeAsia mengkaji 20 universitas swasta dan negeri, yakni Universitas Pelita Harapan, Trisakti, Tarumanagara, Atmajaya, Parahyangan, Bina Nusantara, Muhammadiyah Malang, Maranatha, Satya Wacana, dan Petra (swasta). Kemudian Universitas Indonesia, Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Padjadjaran, Airlangga, Hasanuddin, Institut Teknologi 10 Nopember, Surabaya, Diponegoro, dan Universitas Sumatera Utara. Sejumlah kriteria ditetapkan sebagai bahan kajian antara lain, jumlah dan kualitas fakultas, kualitas tenaga pengajar, program-program internasional, aktivitas kampus, fasilitas penunjang operasional dalam kampus, dan sebagainya.

Dari kajian itu diketahui bahwa Universitas Indonesia menduduki peringkat pertama dengan total nilai 366, disusul UPH dengan perolehan angka 356. Peringkat ketiga ditempati Universitas Gadjah Mada dengan perolehan keseluruhan kategori 338. (Hasil lengkap lihat tabel)

Peningkatan peringkat universitas swasta itu, tidak lepas dari menjamurnya jumlah dan penawaran fasilitas dan kurikulum yang makin baik dalam dua dekade terakhir.

Perguruan tinggi swasta bahkan berani menambah nuansa baru dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, dengan membuka diri pada mahasiswa asing, dan juga mendatangkan para pengajar asing sebagai anggota staf pendidikannya.

Menanggapi hasil kajian tersebut, anggota Komisi X DPR, Cyprianus Aoer kepada SP di Jakarta, Selasa (29/1) pagi mengatakan, kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) yang lebih baik daripada perguruan tinggi negeri (PTN) menunjukkan adanya peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Menurutnya, fakta lapangan yang dirilis Majalah Globe Asia itu, mengungkapkan bahwa pengelolaan manajemen pendidikan swasta diakui kontribusinya dalam peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air. Hal itu menunjukkan juga animo masyarakat terhadap PTS sudah mendapat jaminan dari sisi mutu pendidikan. “Ini mengindikasikan bahwa nilai pendidikan swasta dikaitkan dengan minat masuk pendidikan swasta sudah semakin baik. Ini juga menunjukkan adanya jaminan masa depan bagi lulusan swasta berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan swasta itu sendiri,” katanya.

Cyprianus mengatakan, hasil kajian itu juga menunjukkan bahwa para rektor dan semua staf manajemen PTN tidak bisa mempertanggungjawabkan dana APBN untuk meningkatkan mutu PTN. ” Ketika kualitas PTN lebih rendah dari PTS, maka itu menjadi lonceng peringatan bagi PTN berkaitan dengan akuntabilitas dana publik melalui APBN. Artinya, ini sebuah evaluasi bagi PTN untuk meningkatkan kinerja manajemen pengelolaan pendidikan, rektor dan para stafnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan negeri,” tegasnya.

Ditambahkan, sudah saatnya PTN mengevaluasi apakah mutunya sudah baik atau belum. Jika mutu PTN tidak mengalami peningkatan, maka dikhawatirkan lama kelamaan akan ditinggalkan calon mahasiswa, karena mereka sekarang lebih mencari mutu. Apalagi mengingat dari segi dana, pendidikan PTN maupun PTS tidak ada perbedaan. [CAT/WWH/DLS/M-12]

daftar-universitas.gif

 

Sumber: http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/29/Utama/ut03.htm

Komentari

sky says:

bener bgt bung sysy,, univ bgs lom tentu bikin kita sukses, yang nentuin kita sukses adalah diri sendiri

Riki Waruwu says:

Gak bisa dipungkiri kebaikan kampus, kebaikan buat mahasiswa juga. Ibarat kata” ditempah dilaut akan basah, ditempah diapi akan terbakar.
Kalau dikaitkan dengan islam, juga mengajarkan salah satu cara bertobat paling ampuh adalah berkumpul dengan orang-orang saleh. Hal ini artinya komunitas juga akan mempengaruhi tingkah laku walaupun tidak menyeluruh.

Saya contohnya, sampai saat ini saya telah dan masih kuliah di tiga kampus yang berbeda. Bukan karena di DO, tp krn ingin mengenyam pendidikan yang lebih baik dan sekarang hampir menyelesaikan kuliah magister ilmu hukum. Ada perbedaan !!! tp kesuksesan terpenting dari diri sendiri !! i love u nias island

hanafi moeslim says:

yayaya. status univ penting sih penting ! tapi lebih penting status otak kita ENCER OR RA ENCER ? gitu aja kok repot

freedom says:

Aku stju bung sysy…
org bhsil bkn krn kampus tp pribadinya.. klo bangga hnya kmpus negeri, itu hegemoni n arogansi kapitalisme..

sysy says:

ngapain repot repot mikirin peringkat universitas??

ada sebagian besar dari teman2 saya yg dapat PMDK dari univ swasta dan mereka sekarang udah sukses..

memangnya kalo ga ke trima di univ negeri = lebih bodoh dari yg lain??

sebulan yg lalu ada orang yang promosi univ negeri sangat ternama di Indonesia (tidak bisa saya sebutkan nama orang,dan univ)
dia cerita bahwa hari2 sebelum ujian, dia ga pernah belajar, sering bolos ke warnet, nilainya ancur2an nilai UN-nya pun hampir ga lulus.
sampai akhirnya dia ikut ujian mandiri suatu univ sangat ternama, dia nyontek salah satu anak yg program IPC.
Akhirnya si tukang bolos ini ke terima,, dan si anak IPC ini ga ke terima..

Ga peduli kalian lulusan dari mana.. yang penting potensi kalian yg digunakan..apalagi yang mau kerja di perusahaan luar negeri.. apa pedulinya si bule2 itu kalian lulusan mana.. orang yang lulusan Amrik aja susah nyari kerjaan di Indonesia

udahlah ga usah nyebut2 nama2 univ,,bisa2 kalian di tuntut dari berbagai pihak..
semua tergantung dari usaha,ketekunan,dan Tuhan yg menentukan