Panitia Protap Rapat Dengan DPRD se-Tapanuli Perlu Kebersamaan, Satukan Perjuangan Sampai Protap Gol

Muara (SIB)
Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli mengadakan rapat dengan anggota DPRD se Tapanuli, Senin (21/1) di Hotel Sentosa Muara Taput. Rapat ini yang pertama pasca hasil pengumuman Rapat Paripurna Panitia Adhoc DPD RI yang telah menyetujui Propinsi Tapanuli Desember lalu.

Rapat dipimpin langsung Ketua Umum Panitia Protap Ir GM Chandra Panggabean didampingi Sekretaris Panitia Ir Hasudungan Butarbutar, Bendahara Drs NP Manurung. Para ketua DPRD se Tapanuli juga hadir yakni Ketua DPRD Nisel DR HC Hadirat Manao SSos yang datang bersama Sekda Nisel JW Dachi, Ketua DPRD Taput Fernando Simanjuntak SH, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE, Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus.

Juga hadir Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Meida Hutagalung, anggota DPRD Tapteng Hasva Pasaribu, anggota DPRD Taput Ir Ottonier Simanjuntak, Juhal Siahaan, Wakil DPW PPRN Sumut Konsepsi Partaonan Siregar (Ucok Siregar), Hamdan SE, Wakil Ketua Panitia Protap Sabungan Siregar, Ir Saut MP Simbolon, David Hutabarat dari Taput, Sekretaris DPC GAMKI Medan Gelmok Samosir, Lambok Siahaan, Wempi Sihombing dll.

GM Chandra Panggabean mengatakan, setelah melalui tahapan yang panjang dan melelahkan, Badan Legislasi sudah mengajukan AMPRES (Amanat Presiden). Selambat-lambatnya 60 hari kerja sudah dilakukan pembahasan yang isinya menugaskan Mendagri membahas UU Protap supaya UU Protap diterbitkan. Pembahasan ini diperkirakan akhir Pebruari atau bulan Maret.

Menurut Chandra, ini sangatlah penting diketahui masyarakat Tapanuli yang sudah merindukan lahirnya Propinsi Tapanuli. Dan saat-saat pembahasan itulah perlunya sebuah perjuangan yang gigih oleh masyarakat dan panitia. Rapat itu akan berlangsung di ruang Komisi II DPR RI Senayan Jakarta dan di situlah masyarakat diharapkan bisa hadir di luar ruang rapat dengan jumlah yang besar dan militansi yang tinggi dengan sebuah komitmen yang bulat Propinsi Tapanuli harus Gol.

Chandra mencontohkan beberapa Propinsi pemekaran lainnya saat rapat paripurna Komisi II pendukung hadir di Senayan dan tidak mau tidur sampai pukul 02.00 Wib dini hari, mereka tidak mau bubar sebelum dikeluarkan UU pembentukan Propinsi. Setelah Propinsi dinyatakan gol, masyarakat bersorak kegirangan, menangis haru sambil berpelukan sebagai akhir perjuangan panjang yang melelahkan akhirnya berbuah manis.

“Jadi kita harus ikut mengawal, menghimpun pemuda Tapanuli yang ada di Jakarta, saya sudah bertemu tiga Bapak Praeses di Jakarta untuk ikut dalam pengawalan tersebut. Tapi lebih baik lagi kalau perwakilan tiap daerah ikut, sebab inilah penentuan jadi tidaknya Protap, jangan tanggung-tanggung, kita sudah sampai kepada tahapan final jadi kita tidak boleh lengah sedikitpun, harus dikawal dengan ketat,” ucap Chandra.

Dikatakannya lagi, panitia akan berhutang bahkan menjual harta bendanya demi perjuangan Protap yang tinggal selangkah lagi. Tapi perjuangan ini akan lebih mulia kalau semua ikut berpartisipasi mendukung perjuangan yang mulia ini. Karena masa depan Propinsi Tapanuli bukan untuk generasi sekarang ini saja, tapi terutama untuk anak dan cucu-cucu ke depan yang pasti akan menikmati hasil kekayaan Propinsi Tapanuli yang luar biasa sumber daya alamnya.

Bendahara panitia NP Manurung mengajak, perlunya kebersamaan dalam perjuangan ini. Satukan perjuangan dan bulatkan tekad, bagaimanapun kondisi perjuangan ini janganlah sampai terhenti. “Kita harus berjuang keras, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, dengan cara itu seberat apapun persoalan pasti bisa kita selesaikan bersama,” kata NP Manurung.

Semua DPRD se Tapanuli menyatakan dukungannya untuk ikut sama-sama berjuang dengan panitia pada babak “Grand Final” sebuah perjuangan besar untuk masa depan Tapanuli. Ketua DPRD Humbang Bangun Silaban mengatakan siap mendukung sepenuhnya, bahkan akan mengerahkan pendukung baik dari Humbang maupun masyarakat asal Humbang yang merantau di Jakarta.

Begitu juga pernyataan Ketua DPRD Taput Fernando Simanjuntak menyatakan siap mendukung panitia apapun itu dukungannya. Terlebih-lebih lagi DPRD Tapteng Hasva pasaribu dan Sibolga Meida Hutagalung, Hasva Pasaribu mengatakan, keterlambatan Protap sebenarnya tidak perlu terjadi karena sudah lama diidam-idamkan. Karena dari beberapa Keresidenan hanya Keresidenan Tapanulilah yang belum mekar. Diharapkannya, panitia dan masyarakat Tapanuli harus merapatkan barisan agar Protap cepat terealisasi.

DR (HC) Hadirat Manao, Ketua DPRD Nias Selatan sangat bersemangat menyatakan dukungannya untuk “pertempuran” akhir Protap ini. Dikatakannya, meski Nisel sebuah Kabupaten yang baru mekar, masih miskin dan terisolir, tapi Nisel tidak akan mau lepas tangan untuk perjuangan Protap. Nisel tinggal menunggu petunjuk panitia, kontribusi apa yang akan diminta panitia, Nisel siap mendukung.

Disebutkannya, dalam sebuah perjuangan kita tidak boleh menyerah atau putus asa. Ujian yang berat pasti datang silih berganti, karena itulah dinamika sebuah perjuangan. Hadirat Manao sudah pengalaman ketika berjuang memekarkan Nisel dari Nias Induk Gunung Sitoli. Pemerintah tidak mendukung, bahkan panitia merasa teraniaya, banyak yang mengejek dan mencerca, tapi perjuangan itu tidak surut.

“Memang itulah perjuangan, tapi ketika yang diperjuangkan itu sudah jadi “kue” yang lezat, maka semua orang akan berebut untuk memakannya, padahal untuk membuat kue itu banyak yang enggan. Tentu nanti setelah Protap jadi pasti banyak yang berebut menginginkan Protap,” ujar Hadirat Manao.

Menurutnya pembentukan propinsi dijamin oleh undang-undang dan dilindungi HAM, jadi perjuangan tersebut adalah normatif karena yang diminta masyarakat Tapanuli adalah sebuah Propinsi, bukan sebuah Negara. (M24/d) (SIB, 30 Januari 2008)

Komentari