JAKARTA — Lembaga Survey Geologi Amerika Serikat (United Stated of Geological Survey/USGS) melaporkan, gempa yang terjadi di Pulau Nias tengah malam dinihari (23/01) terjadi dua kali dengan kekuatan yang berbeda. Pada pukul 00.14.52 dilaporkan gempa pertama terjadi dengan magnitude 5,3 SR. Selang sekitar satu menit kemudian, pukul 00.15 gempa kedua terjadi dengan magnitude 6,1 SR.

USGS melaporkan, pusat gempa pertama terjadi pada titik koordinat 0.951°N, 97.466°E dengan kedalaman 10 kilometer. Sedangkan gempa kedua, terjadi pada titik koordinat 1.008°N, 97.293°E pada kedalaman 56.1 km.

Sedangkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat hanya sekali terjadinya gempa dengan kekuatan 6,2 SR. Gempa terjadi koordinat 1.16 lintang utara dan 97.42 bujur timur pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa tersebut 24 km BaratDaya Gunungsitoli-Sumut , 131 km BaratDaya Singkilbaru-NAD , 164 km BaratDaya Sibolga-Sumut , 188 km Tenggara Sinabang-NAD.

Berdasarkan informasi sementara (dikutip dari www.metrotvnews.com), satu korban tewas atas nama Adi Putra Zalukhu (11) di kompleks Kodim 0213 Nias, Gunungsitoli.

Teluk Dalam Aman

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Teluk Dalam dan Desa Bawomataluo, gempa tersebut terasa sangat kuat. Menurut Ina Eti, warga Desa Bawomataluo, yang dihubungi melalui telepon genggam, mengungkapkan, gempa itu sangat mengagetkan karena sudah lama baru gempa lagi, namun dengan kekuatan yang besar.

“Orang-orang berhamburan keluar rumah dan baru masuk rumah kembali sekitar pukul 02.30 karena adanya gempa susulan,” ujar dia. Dia mengungkapkan, hingga siang ini belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan pada rumah-rumah penduduk.

Selain itu, Waspada Wau di Teluk Dalam mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada informasi kerusakan dan korban jiwa di Ibukota Kabupaten Nias Selatan itu. Situs ini berusaha menghubungi beberapa orang di Kabupaten Nias untuk mendapatkan informasi terbaru, tetapi masih kesulitan. Nomor telepon seluler mereka tidak bisa dikontak. (en)

Facebook Comments