Medan (SIB)
Proyek pembangunan jalan di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan (Nisel) sering terganggu dengan terjadinya pemerasan, pemukulan maupun intimidasi terhadap pelaksana proyek/kontraktor yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Ir Buyung Sitompul MT sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) permukiman dan infrastruktur kepada wartawan di Medan, Senin (21/1).

Lebih lanjut dikatakan, akibat seringnya oknum masyarakat melakukan pemerasan, pemukulan maupun intimidasi terhadap pekerja proyek yang melaksanakan perbaikan jalan di Teluk Dalam Kabupaten Nisel sekitar pertengahan Desember 2007, pihaknya telah menyurati Kapolres Nisel maupun Bupati, namun sangat di sayangkan, belum mendapat respon atas pengaduan tersebut.

Bahkan sampai Senin (21/1), pihak berwajib belum melakukan tindakan terhadap para pelaku tindak kekerasan, sehingga seakan dibiarkan. Dan bila pihak pelaksana/pekerja tidak ada jaminan keamanan, dikhawatirkan proyek yang sedang berjalan akan ditarik oleh pihak BRR Pusat sampai bulan Maret 2008 nanti. Atas kejadian tersebut, masyarakat Nisel akan dirugikan atas terkendalanya pembangunan jalan di Teluk Dalam. Diakuinya, sudah tiga kali truk yang sarat mengangkut aspal distop dan dibuang ke laut. “Dan juga sudah bolak balik kita lapor,” kata Buyung.

Apakah keberadaan proyek pembangunan jalan ini tidak diinginkan Polres atau Bupati untuk dilaksanakan, cetusnya. Kepala Perwakilan BRR wilayah VI, Willi Sahbandar, kini sudah menyurati dan akan menghentikan proyek pembangunan jalan ke BRR Pusat bila jaminan keamanan tidak ada. (Rel/PR2/m) (SIB, 22 Januari 2008)

Facebook Comments