Segera setelah mendapat SMS dari sejumlah informan di Nias tadi pagi, Yaahowu mengecek ke situs USGS. Di sana dilaporkan hanya satu kali gempa berkekuatan 6.2 SR pada kedalaman 12.8 km. Pada pengecekan berikutnya, informasi di situs USGS telah berubah: gempa terjadi dua kali seperti yang diberitakan dalam artiklel “USGS: Gempa Nias Berkekuatan 5,3 SR dan 6,1 SR”.

Pada informasi dinihari di situs USGS, lokasi gempa adalah di darat. Pada informasi terakhir, gempa pertama (5.3 SR) berpusat di darat sementara gempa kedua (6.1 SR) berpusat di lepas pantai Nias Barat.

Ama Rini Zalukhu di Lahewa ketika dihubungi tadi pagi mengatakan pada saat gempa terjadi, listrik mati. Dan sebagaimana biasa dilakukan setiap kali gempa terjadi, beberapa orang dikirim ke pantai untuk melihat surut tidaknya air laut. Diinformasikan juga masyarakat sebagian sudah bersiap-siap untuk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi, antara lain ke kompleks Pastoran Katolik Lahewa.

Yama Waruwu penduduk desa Hunogöa Kecamatan Hiliserangkai menginformasikan, segera setelah gempa terjadi, masyarakat di desa tersebut berhamburan keluar di tengah kegelepan malam karena listrik mati. Menurut Yama Waruwu, kekuatan gempa ini hampir sama dengan kekuatan goncangan gempat 28 Maret 2005.

Adi Putra Zalukhu Tertimpa Batu Bata dalam rumah Bantuan BRR
Sementara itu sumber Yaahowu di Gunungsitoli mengatakan korban gempa yang meninggal (yang menurut pemberitaan www.metrotvnews.com bernama Adi Putra Zalukhu) tertimpa batu bata di sebuah rumah bantuan BRR Nias di asrama Kodim Nias.

Ketika dihubungi, Emanuel Migo – Manajer Komunikasi dan Informasi Publik BRR NIas – membenarkan berita itu seraya menambahkan ada dua orang yang menderita luka berat dan dua orang menderita luka ringan.

Menurut Migo, rumah bantuan BRR tersebut sudah selesai dibangun dan sudah ditempati. Dikatakannya, korban tertimpa batu bata yang berjatuhan dari bagian atap rumah. Migo menginformasikan bahwa rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen BRR untuk rekonstruksi dan rehabilitasi sarana/prasarana TNI di Nias.

“Dana dari BRR tapi dilaksanakan dan diawasi oleh Kodim Nias. Kami tidak terlibat terlalu jauh, selain menyediakan dana”, kata Migo.

Ketika ditanyakan sikap BRR atas kejadian ini, Migo menginformasikan bahwa Kepala BRR Perwakilan Nias, William Syabandar, telah mengisntruksikan untuk menyelidiki kejadian tersebut. (brk*)

Facebook Comments