[NIAS] Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Akibat gempa yang terjadi Rabu (23/1) pukul 00.14 WIB itu, seorang warga tewas, dan lima lainnya luka-luka. Selain itu, beberapa bangunan baru yang dihuni masyarakat roboh, dan ratusan bangunan lainnya retak-retak.

Korban tewas bernama Adi Mei Putra Zalukhu. Sementara itu, korban yang terluka adalah Arafia Zebua (40), Uzia Hulu (60), Sutiono (35), Rosdiana Piliang (80), dan Gafo Majaluhu (60). Mereka kini dirawat di RSU Gunung Sitoli.

Manajer Komunikasi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Emanuel Migo menjelaskan, para korban gempa berada di satu lokasi, yaitu asrama Kodim Nias, akibat tertimpa reruntuhan tembok pembatas dan kuda-kuda bangunan. Asrama TNI yang terdiri dari tiga unit itu baru dibangun pada 2006 dari dana BRR.

Dia menambahkan, Pimpinan BRR Nias, William P Subandar telah berkoordinasi dengan Komandan Kodim setempat untuk membantu korban, dan memeriksa konstruksi bangunan pascatsunami yang rusak akibat gempa Rabu dini hari.

Sementara itu, Rully Octavia, staf di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan, menjelaskan, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut, tepatnya di wilayah barat daya Gunung Sitoli. Dia memastikan, gempa tersebut tidak akan menimbulkan tsunami. “Gempa susulan masih ada, namun kekuatannya berkurang,” ungkapnya.

Panik

Gempa yang berlangsung Rabu dini hari itu mengagetkan warga Gunung Sitoli, yang langsung berlarian menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi. Hadirat Gea, warga setempat menuturkan, warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri, karena sudah lama tidak merasakan gempa berkekuatan sebesar itu.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat, ada beberapa rumah warga yang roboh di Kecamatan Sirombu. Di kawasan itu, menjelang akhir tahun 2004 lalu, pernah terjadi tsunami,” katanya.

Bupati Nias, Binahati Baeha mengatakan, pihaknya masih mendata bangunan yang roboh maupun rusak akibat gempa tersebut. Petugas pemerintahan juga diturunkan ke lapangan, bekerja sama dengan aparat keamanan membantu korban gempa. “Segala sesuatunya sudah dipersiapkan, termasuk bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya,” katanya.

Kapolres Nias, AKBP AS Sitorus menjelaskan, situasi pada Rabu pagi pascagempa berangsur-angsur normal. “Setelah berkoordinasi dengan petugas pemerintahan, dan menyusul adanya laporan dari BMG bahwa tidak bakal ada gelombang tsunami, kita langsung menyampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak perlu berdesak- desakan,” kata Sitorus.

Kendati demikian, banyak warga yang memilih tinggal di luar rumah untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan, karena masih sering merasakan gempa susulan. Warga juga khawatir gempa susulan akan merobohkan rumah mereka yang retak-retak. [AHS/H-12/151]

Sumber: www.suarapembaruan.com, last modified: 23/1/08

Facebook Comments