Artikel berikut memberitakan kejutan penting yang datang dari Amerika Serikat, negara adidaya yang hampir tidak pernah tersentuh dengan goncangan krisis ekonomi. Berita yang baru saja diturunkan ini menjadi headline penting dan kemungkinan menjadi isyarat genting akan perubahan situasi ekonomi dunia secara drastis. Genderang krisis ekonomi sepertinya semakin jelas hendak melanda bukan hanya negara miskin dan negara berkembang. Masyarakat di negara miskin sudah tidak perlu tabu untuk juga segera bereaksi dan berantisipasi, terutama untuk berusaha sekuat mungkin menambah simpanan. Hubungannya dengan Nias? Seperti lumrahnya, efek di Nias tiba selalu lambat. Namun, antisipasi terhadap krisis yang mungkin bisa saja melanda dengan cepat terutama karena ketergantungan terhadap ekspor sandang dan pangan dari luar Nias, pun dipandang penting.(katitira.de/221.2008)

Direktur Fed, Bernanke berusaha mendongkrak kepercayaan Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, memotong tingkat suku bunga menjadi 3,5%, penurunan yang mengejutkan.

Langkah yang diambil untuk mencegah Amerika dilanda resesi itu, gagal menenangkan investor, dengan harga-harga saham di Amerika terus turun tajam di saat Wall Street memulai perdagangan hari Selasa setelah libur sejak Jumat.

Federal Reserve mengatakan angka-angka terbaru mengisyaratkan bahwa pasar perumahan di Amerika Serikat melesu dan tingkat pengangguran meningkat.

Seorang pengamat mengatakan Federal Reserve “jelas panik” akan ancaman resesi.

“Sayangnya mereka tidak punya wewenang untuk mengubah apa yang menurut pendapat saya adalah resesi terburuk pasca Perang Dunia Kedua,” kata Michael Metz, pengamat senior investasi di Oppenheimer, New York.

‘Kekhawatiran besar’

Penurunan suku bunga oleh Federal Reserve sangat mengejutkan, karena dilakukan di luar jadwal pertemuan Komite Pasar Terbuka yang menetapkan suku bunga.

Pemotongan darurat terakhir kalinya dilakukan pada tanggal 17 September 2001, tidak lama setelah serangan 11 September, dan pada 3 Januari 2001, setelah jatuhnya sektor dotcom.

Terakhir kalinya Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar yang sekarang ini adalah pada bulan Agustus 1982, hampir 26 tahun lalu.

“Ini kekhawatiran besar,” kata editor bisnis BBC Robert Peston.

“Dan resikonya besar. Jika ini tidak berhasil, maka orang-orang akan mengatakan tidak ada yang tersisa dalam simpanan mereka.”

Pengamat Jeremy Stretch dari Rabobank, menggambarkan langkah bank sentral Amerika itu sebagai “tanda kepanikan”.

“Tetapi ini jelas mengisyaratkan bahwa Federal Reserve ingin dilihat bertindak untuk mengatasi kekhawatiran akan kemunduran ekonomi,” katanya.

Meski Federal Reserve memotong suku bunga cukup besar, sebesar 0,75%, bank investasi AS Merrill Lynch mengatakan pada awal bulan ini bahwa menurut pendapat mereka, perekonomian Amerika sudah mengalami resesi.

Bank investasi lainnya, Goldman Sachs juga memperingatkan bahwa resesi kemungkinan besar akan terjadi.

Sumber:http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080122_usinterestrates.shtml, OnLine tgl. 22/1/2008

Facebook Comments