Gunungsitoli (SIB)
Polres Nias laksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap suami istri, Dalizami Zebua alias Ama Dama dan Natima Harefa alias Ina Dama yang terjadi tanggal 27 Oktober 2007 di Desa Hilimbowo Kare, Kecamatan Alasa Talumozoi, Kabupaten Nias, Selasa (15/1) di Mapolres Nias, Jalan Melati Gunungsitoli dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Nias AKP RA. Purba dan juga dihadiri Wakapolres Nias, Kompol Jhoni D Sinaga dan Kabag Mitra selaku Humas Polres Nias, AKP. AE Telaumbanua.

Rekonstruksi yang dilakukan di Mapolres yang terdiri dari 26 adegan sesuai dengan hasil penyelidikan dan bukti-bukti yang ditemukan oleh Polres Nias, mulai dari awal hingga korban suami istri meninggal dunia.

Pelaku terdiri dari lima orang, satu orang di antaranya berinisial YZ, menjadi DPO hingga sekarang ini. Pelaku yang sudah tertangkap antara lain YZ alias Yuli, YZ alias Ama Ani, FZ alias Ama Rida dan SZ alias Zaro.

Jenazah korban ditemukan oleh keluarga pada tanggal 30 Oktober 2007 dan dilaporkan ke Polres tanggal 31 Oktober 2007 sesuai dengan Nomor Pol : LP/14/X/2007 dengan motif ingin memiliki kekayaan korban.

Kapolres Nias melalui Kasat Reskrim Polres Nias, AKP. RA. Purba dan Kabag Mitra selaku Humas Polres Nias, AKP. AE. Telaumbanua mengatakan bahwa para pelaku diancam hukuman mati, seumur hidup dan ancaman pidana 20 tahun sesuai pasal 340, Subs 338 jo 55, 56 dari KUHPidana.

Sementara pengacara tersangka, Y. Waruwu SH mengatakan, hasil rekonstruksi tersebut masih kurang akibat kurangnya saksi. Sementara Kasat Reskrim Polres Nias menyatakan bahwa yang lebih penting adalah saksi pada saat kejadian.

Ketika wartawan meminta penjelasan Kasat Reskrim atas pernyataan pengacara tersangka, Y. Waruwu SH pihaknya menjawab bahwa kehadiran pengacara pada rekonstruksi hanya mendampingi melihat dan mencatat atau menulis jalannya rekonstruksi. (T15/x) (SIB, 20 Januari 2008)

Facebook Comments