Gunungsitoli, (Analisa)

Akibat ditundanya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Loloanaa Kecamatan Alasa yang sesuai jadwal dilaksanakan, Rabu (16/1), membuat ratusan warga Desa Loloanaa datangi kantor Bupati Nias di Gunungsitoli mempertanyakan alasan penundaan pelaksanaan Pilkades itu. Rabu, (16/1).

Kedatangan ratusan warga Lolonaa ke kantor Bupati Nias sempat dihadang sekitar 39 anggota Polres Nias dipimpin Kasat Samapta Polres Nias AKP Karlos dan Satpol PP

Hasil negoisasi, akhirnya Pemkab Nias menerima enam wakil delegasi masyarakat Desa Loloanaa Alasa di ruang Asisten II Kantor Bupati Nias terdiri atas, Darman Hulu, Budiaro Hulu, Amoni Hulu, Atosokhi Hulu.

Dalam pertemuan itu, para delegasi masyarakat di hadapan Asisten II Drs Fasaludin Daely didamping Kepala Bagian Pemerintahan desa, Asogo Telaumbanua dan staf menyampaikan rasa kekecewaannya atas penundaan pemilihan kepala desa Loloana a Kecamatan Alasa yang direncanakan dilaksanakan, Rabu(16/1).

Masyarakat mengaku terkejut atas penundaan Pilkades itu, karena pemberitahuan penundaan baru diterima, Selasa (15/1) malam.

Sementara undangan kepada masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya telah diseberakan. Kemudian pada hari pelaksanaan para warga berkumpul di masing-masing TPS untuk menyampaikan hak pilihnya.

Sementara itu, menurut para delegasi, persiapan untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa Loloanaa dan para calon kepala desa telah siap dan sesuai dengan prosedur dan tidak ada alasan untuk menunda Pilkades.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa Asogo Telaumbanua membenarkan penundaan Pilkades di Desa Loloanaa Alasa itu.

Hal itu disebabkan ada surat dari sejumlah masyarakat Desa Loloanaa Kecamatan Alasa untuk menunda pemilihan kepala desa, hingga untuk menghidari ada kericuhan dan suasana tidak kondusif, pihak pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pilkades yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Namun untuk kepastian pelaksanaan ulang Pilkades di desa itu, dijanjikan akan dilaksanakan setelah diadakan klarifikasi dan suasana benar benar kondusif, hingga dalam pertemuan itu antara pihak delegasi dan pemerintah daerah sepakat untuk menjadwalkan ulang pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Loloanaa.

Sebelumnya para delegasi juga mengungkapkan, surat warga yang dilayangkan kepada pemerintah daerah untuk menunda pelaksanaan Pilkades tidak benar adanya.

Karena sejumlah masyarakat yang menandatangi surat permintaan penundaan pilkades itu dipalsukan tanda tangannya. Bahkan lebih ironisnya di dalam surat pernyataan itu, ada sejumlah tanda tangan warga yang meninggal dunia.

Seusai melakukan pertemuan, Koodinator Lapangan Aksi Darman Hulu kepada Analisa mengaku tidak puas dengan hasil kesepakatan itu namun demi untuk mencapai perjuangan, mereka sabar menunggu.

Namun mereka memberikan ultimatum kepada pemerintah daerah jika jadwal Pilkades tidak dilaksankan dalam dua minggu ke depan mereka akan kembali dan melakukan aksi kembali sama dengan jumlah massa yang lebih banyak. (kap) (Analisa, 17 Januari 2008)

Facebook Comments