Gunungsitoli (SIB)
Pengadilan Negeri Gunungsitoli memvonis hukuman mati kepada pelaku pembunuhan sadis yang terjadi 20 Maret 2007 antara pukul 11:30 WIB s/d 12.00 WIB yang menewaskan satu keluarga sebanyak empat orang dan satu orang guru SDN No 070997 di Jalan Diponegoro Gang Nusantara Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias.

Sidang putusan dipimpin langsung hakim majelis Pastra J Ziraluo SH, M.Hum dan anggota hakim majelis Hus Sipayung SH dan M Purba SH, panitera Trisman Zandroto yang dihadiri oleh Tim JPU R Nazara SH dan Bintang Marpaung SH. Terpidana hukuman mati, F warga Desa Sifalaete Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias didampingi oleh penasehat hukumnya Agustinus Lase SH, Selasa (15/1) di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya JPU telah menuntut terpidana mati tanggal 9 Januari 2008 dengan hukuman mati melanggar pasal 340 dan 351 ayat (2) KUHPidana, maka sidang tanggal 15 Januari 2008 memperkuat tuntutan JPU dengan memvonis pelaku dengan hukuman mati. Sementara terpidana mati setelah ketua hakim majelis memukul palu pihaknya mengatakan akan naik banding dan dipersilahkan pengacaranya untuk mengajukan permohonan banding.

Selama pembacaan putusan pengadilan terpidana mati, FL terlihat pucat, lemah dan gemetar sehingga setelah selesai persidangan surat penolakan putusan pengadilan terhadap terpidana hukuman mati. FL tidak bisa menandatangani bahkan FL hanya menangis dengan kondisi lemah.

Dalam putusan pengadilan tersebut yang memberatkan terhadap terpidana mati karena menghilangkan nyawa manusia dengan sadis dan biadab, dimana anak yang masih balita tanpa rasa kasihan langsung dibacok dengan parang yang sudah dipersiapkan oleh pelaku.

Penasehat hukum terpidana mati, Agustinus Lase SH kepada wartawan seusai sidang mengatakan bahwa akan mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Negeri Gunungsitoli agar terdakwa dapat diberikan keringanan hukuman. (T15/c) (SIB, 16 Januari 2008)

Facebook Comments