Tentang ‘Tertib’ Lalu Lintas di Jalan Raya di Gunungsitoli

Friday, January 11, 2008
By nias

Oleh: Vincent Harefa*

Ya’ahowu fefu …

Saya mau sharing sedikit tentang pengamatan saya sewaktu berkunjung ke Nias. Semoga ada follow up dari pihak-pihak yang terkait, sehubungan dengan Tertib Lalu Lintas Jalan Raya di Kota Gunungsitoli.

Dalam rangka Natal dan Tahun Baru kemarin saya pulang kampung ke Gunungsitoli. Ada beberapa hal yang membuat saya gemas tentang penerapan peraturan lalu lintas di jalan raya.

Pertama, sebagian besar sepeda motor tidak memakai kaca spion, sehingga para pemakai motor tentunya tidak dapat melihat situasi jalan di belakangnya. Iseng-iseng saya hitung dan bisa saya katakan perbandingan sepeda motor yang memakai kaca spion hanya 1:20. Pernah beberapa kali saya memakai sepeda motor saudara saya dan saya merasa “ngeri” karena beberapa kali ada mobil yang tiba-tiba menyalip saya tanpa saya tau dan mobil tersebut juga tidak membunyikan klakson.

Kedua, yang saya tau dan saya yakin pembaca juga tahu, bahwa pejalan kaki dan penyeberang jalan harus didahulukan. Sepertinya hal itu tidak berlaku di kota Gunungsitoli. Kebetulan rumah saya ada di pinggir jalan provinsi (atau jalan kabupaten ?) dan saya seringkali menyeberang jalan. Beberapa kali kejadian pada saat saya atau orang lain menyeberang, walaupun kita sudah memberi isyarat tangan, tetap saja sepeda motor atau mobil yang lewat meluncur terus tanpa memperlambat kendaraannya, bahkan membunyikan klakson berulang-ulang. Jadi, seakan-akan harus dia yang lewat lebih dulu.

Dan ketiga, pemakaian helm juga sangat minim, terutama yang dibonceng, rata-rata tidak memakai helm. Apalagi di hari libur/minggu, di pusat kota saja bisa dikatakan 80% tidak memakai helm.

Waktu kumpul dengan saudara-saudara dan kami mendiskusikan hal ini, ada saudara saya yang bekerja di RS Gunungsitoli dan dia informasikan bahwa pasien-pasien yang paling banyak masuk Unit Gawat Darurat (UGD) adalah korban kecelakaan lalu lintas dan hampir tiap hari ada yang meninggal.

Tentunya hal ini sangat menyedihkan dan sangat diharapkan ada perbaikan dari pihak-pihak yang berwenang, terutama dalam hal penegakan peraturan kelengkapan sepeda motor, pemakaian helm, dan tentunya seleksi pemberian sim yang ketat.

Demikian sharing saya dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ya’ahowu Ndröfi Sibohou 2008

* Tulisan ini muncul di Nias Community Forum (NCF) – Kamis, 10 Januari 2008. Atas seizin penulisnya artikel itu ditayangkan dalam situs ini.

6 Responses to “Tentang ‘Tertib’ Lalu Lintas di Jalan Raya di Gunungsitoli”

  1. 1
    Mr.Quiet Says:

    Saya sangat setuju dengan hasil pengamatan saudaran Vincent tentang hal tertib lalu lintas di kota gunungsitoli. Ada baiknya pihak kepolisian dalam hal ini pihak lantas agar segera menertibkan pengendara yang melanggar aturan main di jalan seperti penggunaan helm dan kaca spion serta penertiban surat2 kelengkapan kendaraan. pernah saya ada bocah mengendarai motor yang seyoganya belum waktunya mengendarai motor. Kebanyakan orang menganggap bahwa dengan melepaskan kaca spion maka style motornya makin bagus padahal itu akan mengurangi kenyamanan keselamatan dalam berkendaraan. Kesadaran dalam berkendaraan di nias pada umumnya masih kurang karena masih ada rasa kehebatan yang menjiwai beberapa orang nias kalau mereka mampu melakukan hal yang aneh walaupun itu menggganggu kenyamanan orang lain dalam berlalu lintas.jadi saya harap pihak dinas perhubungan dan kepolisian memperhatikan hal ini, Trims

  2. 2
    Jumadi Sihura Says:

    ga tau napa,kebanyakan orang nias emank kyk gt…

    seenaknya j dlm menggunakan jalan raya.

    so,ga usah heran klo tingkat kecelakaan LanTas dsna tinggi banget…

    mau gmn lg,di nasehati pasti bakalan ga mau ngerti….

  3. 3
    melky Says:

    Inilah orang nias yang pada tabiatnya gak bisa di atur, pengamatan saudara vincent sangat berguna sekali untuk pihak yang bertanggung jawab, semoga pengamatan ini bukan hanya mereka yang mengamankkan jalan yang meresponi tetapi hendaknya semua manusia nias yang terus meneres melanggar aturan. Saya memberi gambaran sedikit tentang orang nias.
    Orang nias adalah orang yang suka ogah dan keras kepala, jadi wajar aja kalo kecelakaan lalu lintas terjadi hampir tiap hari
    Happy New Year 2008

  4. 4
    martua & inoto Says:

    Pengendara yang terhormat,sebaiknya anda harus mematuhi aturan yang yang berlaku sebab manusia hanya hidup satu kali saja.
    Jangan suka ditegur dulu baru mengerti.
    Hilangkanlah kebiasaan seperti ini agar tercapai kedamaian bersama terlebih – lebih bagi teman – teman kami yang mau menamatkan studynya di jenjang SMA sebaiknya kurangilah balap liar khususnya bagi siswa – siswi yang hampir menjadi korbannya si Komeng ( Iklan Yamaha )
    Majulah niasku…….!!!!
    Aku ada dibelakangmu……..

  5. 5
    Taripar Says:

    Asyik aja deh. Kalau anak gue yang kena. Awas semua kamu. Dasar….! Dia pikir sepeda motor sama dengan kuda. Biar ku informasikan. Kalau kuda gak mau dirinya juga celaka, jadi dia juga hati-hati, entah pun pengemudinya mau bunuh diri. Tapi kalo motor, gak ada itu. Yang ada, para penjual motor senang kalau motor kecelakang, trus rusak, pengemudinya mati gak apa2, yang penting nanti ada lagi anggota keluarganya mau beli/kredit lagi sepeda motor baru. Bodonya jadi berulang2 deh.

  6. 6
    ana Says:

    kenalkan, aku ana… tapi bukan anak nias. emang anak nias susah diatur ya… moga aja ga termasuk temenku yang orang nias, soalnya aku punya temen orang nias cuman satu hehehe… aku suka banget ama kebudayaan nias, terutama ama orangnya….

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031