Gunungsitoli (SIB)
Pelaksanaan Proyek Jembatan Muzöi yang merupakan urat nadi transportasi Gunungsitoli – Lahewa Kabupaten Nias kemungkinan tidak selesai dikerjakan oleh kontraktor karena mengalami kendala dari masyarakat setempat.

Hal ini dikemukakan Kepala Perencanaan dan Pengendalian BRR Perwakilan Nias T. Nirarta Samadhi kepada SIB Rabu (9/01) di Kantor Perwakilan BRR Nias Jln Pelud Binaka 6,6 Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias sesuai keluhan Kontraktor PT. Cipanas Cita karena sudah enam bulan bahan ditumpuk di lapangan namun pekerjaan tidak bisa dilaksanakan karena pembebasan lahan tidak diizinkan masyarakat setempat. Mereka menuntut ganti rugi sementara BRR tidak punya dana untuk itu.

Masyarakat Lahewa memang sangat merindukan penyelesaian pembangunan jembatan Muzoi sebagai penghubung kota Gunungsitoli dan Kota Lahewa, Afulu, sehingga sangat diperlukan penyelesaian proyek-proyek jembatan yang dilaksanakan pada tahun 2007, tetapi terkendala akibat masyarakat tidak mengizinkan sejengkalpun tanahnya dibebaskan keperluan lokasi jembatan.

Sudah enam bulan belum ada kepastian sedangkan material jembatan berupa rangka sudah menumpuk di lokasi. Hal ini akibat Pemerintah Tingkat II dan Pemerintah Tingkat I sebagai pemilik jalan dan jembatan tidak memfasilitasi pembebasan tanah lokasi pembangunan tersebut.

Walaupun dari pihak BRR telah melaporkan masalah tersebut, namun sampai sekarang pihak terkait belum ada kepastian pembebasan. Dan hal ini akan beresiko terhadap jembatan Muzöi yang berbiaya milyaran tidak akan selesai sampai BRR menyelesaikan tugasnya di Kabupaten Nias, tegasnya.

Diharapkan perhatian pemerintah Kabupaten Nias dan Pemerintah Propinsi untuk memfasilitasi pembebasaan tanah agar pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut bisa terlaksana sesuai harapan masyarakat Lahewa dan sekitarnya. (T-15/l) (SIB, 10 Januari 2008)

Catatan Redaksi:
Sumber Yaahowu di Nias menginformasikan bahwa menjelang Natal 2007, jembatan Muzöi itu sempat digenangi air bah sungai Muzöi. Ketika banjir itu terjadi genangan sempat melebarkan “mulut” sungai Muzöi di lokasi jembatan itu sekitar 2 km. Rumah-rumah di daerah sekitar tergenang banjir. Sampan-sampan kecil milik penduduk setempat dimanfaatkan untuk menyeberangkan manusia, sepeda motor dan barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Facebook Comments