Gunungsitoli, WASPADA Online

Ruas jalan kabupaten dari ibukota Gunungsitoli menuju Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa 3 tahun pasca bencana gempa tidak pernah diperbaiki.

Pengamatan Waspada di lapangan, Minggu (6/1), ruas jalan kabupaten beberapa tahun sebelum bencana gempa terjadi kondisinya memang sudah mulai rusak dan diperparah dengan bencana gempa. Di sepanjang ruas jalan kabupaten yang berjarak sekitar 20 Km dari ibukota Gunungsitoli ditemukan aspal di badan jalan hampir seluruhnya sudah terkelupas dan dipenuhi lubang sehingga warga yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan.

Kondisi ini diperparah bila terjadi hujan, hampir seluruh badan jalan yang sudah berlubang digenangi air seperti danau buatan. Berbeda halnya dengan kondisi jalan kabupaten menuju kecamatan lainnya di Kabupaten Nias yang terlihat mulus dengan aspal hotmix. Sejumlah tokoh masyarakat di daerah itu merasa heran tidak adanya perhatian pemerintah maupun BRR untuk memperbaiki ruas jalan itu

Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa dikenal sebagai daerah penghasil karet dan coklat yang cukup besar di Kabupaten Nias. Bahkan di kecamatan ini beberapa investor telah menanamkan modalnya untuk proyek tambang batubara yang diperkirakan dapat menghasilkan sekira 50 tahun ke depan. Untuk itu masyarakat Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa mengharapkan perhatian pemerintah maupun BRR untuk segera memperbaiki ruas jalan agar perekonomian masyarakat di kawasan itu lebih meningkat.

Kadis Kimpraswil Kabupaten Nias, Ir. Lakhomizaro Zebua yang ditemui Waspada, Senin (7/1) di ruang kerjanya menjelaskan Pemerintah Kabupaten Nias dalam hal ini Dinas Kimpraswil selama ini tidak pernah menganaktirikan pembangunan jalan berbagai kecamatan di daerah ini termasuk ruas jalan kabupaten menuju Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa.

Dijelaskan Ir. Lakhomizaro Zebua, pasca bencana gempa Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias telah menyampaikan komitmennya untuk perbaikan dan pemeliharaan beberapa ruas jalan kabupaten termasuk menuju Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa. Dengan komitmen BRR ini dan menghindari proyek tumpang tindih, Dinas Kimpraswil Kabupaten Nias pada tahun anggaran 2006 dan 2007 tidak mengalokasikan dana dalam APBD untuk pembangunan jalan tersebut.

Namun setelah beberapa tahun komitmen BRR untuk membangun ruas jalan ini tidak juga terlaksana, jelas Ir. Lakhomizaro, maka pihaknya untuk tahun anggaran 2008 ini telah mengusulkan untuk dialokasikan dalam APBD Nias untuk dapat tertampung. (a35) (Waspada, 9 Januari 2008)

Facebook Comments