Medan (SIB)
Komisi A DPRD Sumut merasa terkejut melihat kondisi sejumlah jembatan di Kabupaten Nias dan Nisel (Nias Selatan) keadaannya sangat darurat, karena masih menggunakan pohon kelapa maupun papan sembarang, sehingga kerap kendaraan roda dua maupun empat terperosok ke sungai.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi A DPRD Sumut yang juga anggota dewan Dapem (daerah pemilihan) Kabupaten Nias dan Nisel Drs Penyabar Nakhe kepada wartawan, Sabtu (5/1) di Medan seusai melakukan kunjungan kerja ke kedua kabupaten tersebut.

Adapun sejumlah jembatan yang keadaannya sangat darurat tersebut, ujar Nakhe, terdapat di Kecamatan Lahusa dan Kecamatan Teluk Dalam Nisel, seperti jembatan di Sungai Mejaya Hilialawa, Sungai Gewa Hilisataro, Sungai Savira dan jembatan di Sungai Mezawa Kecamatan Bawolato Nias.

Berkaitan dengan itu, Sekretaris DPW PDS Sumut ini sangat berharap adanya perhatian Pemkab Nias dan Nisel maupun Pempropsu untuk segera memperbaiki dengan membuat jembatan secara permanen, guna menghindari keresahan masyarakat yang kerap kendaraannya terperosok ke sungai jika melintasi kawasan tersebut.

“Kita harapkan Dinas Jalan dan Jembatan Sumut maupun Kabupaten dapat bekerja sama untuk menjolok anggaran di APBD Sumut dan Kabupaten pada TA 2008 ini, agar jembatan darurat tersebut dapat segera dipermenankan,” jelas Penyabar sembari menambahkan hal sangat mendesak disegerakan, demi kelancaran arus lalu-lintas antar kecamatan dan kabupaten.

Dalam kesempatan itu, Nakhe juga mengusulkan kepada Pempropsu maupun Dinas Jalan dan Jembatan Sumut untuk segera membentuk perwakilan semacam UPT dan UPRRJ di Kabupaten Nisel, guna memantau dan mengawasi fasilitas sarana jalan dan jembatan di daerah yang baru dimekarkan itu.

Butuhkan Drainase
Dibagian lain keterangannya, Nakhe menyampaikan keluhan masyarakat Lahusa dan Teluk Dalam yang sangat membutuhkan drainse (saluran air) untuk menghindari terjadinya banjir di Desa Hili Alawa, Bawo Ganowo, Desa Hili Mata Luwo, Hili Name Niha dan Desa Hili Dataro, sehingga diharapkan perhatian Pempropsu dan Pemkab Nias.

“Jika tidak segera dibuat drainase di daerah yang merupakan pinggiran pantai itu, akan menimbulkan banjir dan longsor serta bisa menenggelamkan sejumlah desa sekitar, karena jika hujan turun, air tidak lagi mengalir ke laut, sebab pinggir pantai sudah ditembok menahan gelombang,” ujarnya berharap kiranya menjadi perhatian Pempropsu. (M10/m) (SIB, 9 Januari 2008)

Facebook Comments