Gunungsitoli, WASPADA Online

Diduga melakukan pungutan liar, oknum camat dilaporkan kepada Bupati Nias dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Sedikitnya tujuh kepala desa dan puluhan tokoh masyarakat Kecamatan Sawo Kabupaten Nias di antaranya, Kepala Desa Lasara Sawo, Fatiaro Telaumbanua, Kades Hiliduruwa, Sanotona Telaumbanua, Kades Onozitoli Sawo, Faulugo Telaumbanua, Kades Sisarahili, Manueli Telaumbanua, Kades Teluk Bengkuang, Khatab Zebua, Kades Seri Wau, Ahd. Nazar Telaumbanua, dan Kades Sifahandro, Abd. Aziz Wau serta puluhan tokoh masyarakat menyampaikan pengaduan sekaligus pernyataan sikap kepada Bupati Nias melalui surat tertulisnya pada tanggal 1 Desember 2007 tentang penyalahgunaan wewenang jabatan oleh oknum Camat Sawo, TZ, SAP yang ditembuskan kepada Ketua DPRD Nias, Inspektorat Kabupaten Nias, dan Kabag Pemdes Kabupaten Nias.

Dalam suratnya, sejumlah tindakan oknum Camat sawo, TZ,SAP, yang menurut para kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat tidak mencermikan sebagai sikap seorang abdi negara diantaranya, pungutan / penggelapan honor para sekretaris desa dan kepala dusun secara bervariasi antara Rp200.000, sampai Rp250.000, per orang.

Sementara itu, menurut para kepala desa dan tokoh masyarakat, oknum Camat Sawo, TZ,SAP juga melakukan pembongkaran balai pekan sawo tanpa melibatkan masyarakat, dan setelah dilakukan pembongkaran, bahan dan alat material tidak diketahui keberadaannya, pada proses penjaringan dan pengusulan anggota PPK Pilgubsu 2008 tidak melalui mekanisme yang semestinya.

Selain itu, oknum Camat Sawo diduga tidak mendukung kegiatan pembangunan oleh NGO dan kontraktor yang hendak melakukan kegiatan pembangunan, misalnya kegiatan Coremap II di wilayah Kecamatan Sawo.

Dalam kepemimpinannya, oknum Camat TZ,SAP dinilai tidak dapat dijadikan teladan. Pada akhir surat pengaduan tersebut, para kepala desa dan tokoh masyarakat meminta Bupati Nias untuk segera memberhentikan oknum TZ,SAP sebagai Camat Sawo dengan pejabat yang dapat mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten Nias mewujudkan Nias Baru yang maju, beriman, dan sejahtera serta lebih aspiratif dan akomodatif terhadap kepentingan masyarakat Kecamatan Sawo.

Sementara itu, Badan Pengurus Cabang LSM LP-Kran Kecamatan Sawo menyampaikan pengaduan pemotongan honor para kepala dusun penerimaan honor Januari s/d Juli 2007 di Kecamatan Sawo yang diduga dilakukan oleh oknum Camat Sawo TZ,SAP dan oknum bendahara kantor camat , HZ, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 29 November 2007.

Disebutkan BPC LP Kran dalam suratnya yang ditandatangani, Masatani Telaumbanua, S.ST dan Ros Telaumbanua, akibat dan tindakan pemotongan/penggelapan honor para kepala dusun tersebut, mengakibatkan kerugian dengan total keseluruhan sebesar Rp1.025.000, dan tidak tertutup kemungkinan adanya korban lain yang juga telah dilakukan pemotongan /penggelapan oleh camat dan bendaharawan Kecamatan Sawo kepada kepala dusun lainnya di Kecamatan Sawo.

“Kami harapkan pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli segera mengusut kasus dugaan pungutan liar / pemotongan honor para kepala dusun oleh oknum camat TZ,SAP bersama sama dengan oknum bendahara HZ sesuai dengan surat pernyataan para korban yang disampaikan kepada LP Kran “, tegas Yuliman Zalukhu, Ketua DPC LP Kran Nias didampingi Masatani Telaumbanua, kepada wartawan di Gunugsitoli.

Camat Sawo, TZ, SAP ketika hendak dikonfirmasi lewat telefon selularnya, Senin (7/1) hingga Selasa (8/1) tidak dapat dihubungi karena sedang berada di luar jangkauan. Sementara Kajari Gunungsitoli melalui Kasi Intel, Frans rudi Zebua, SH yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/1) membenarkan telah menerima laporan pengaduan dari masyarakat melalui LSM. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi korban dan para kades untuk klarifikasi. “Kejari Gunungsitoli akan terus memproses pengaduan masyarakat tersebut,” tandas Rudi. (a35) (Waspada, 9 Januari 2008)

Facebook Comments