Camat Dilaporkan Ke Bupati Dan Kejari Nias

Wednesday, January 9, 2008
By nias

Gunungsitoli, WASPADA Online

Diduga melakukan pungutan liar, oknum camat dilaporkan kepada Bupati Nias dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Sedikitnya tujuh kepala desa dan puluhan tokoh masyarakat Kecamatan Sawo Kabupaten Nias di antaranya, Kepala Desa Lasara Sawo, Fatiaro Telaumbanua, Kades Hiliduruwa, Sanotona Telaumbanua, Kades Onozitoli Sawo, Faulugo Telaumbanua, Kades Sisarahili, Manueli Telaumbanua, Kades Teluk Bengkuang, Khatab Zebua, Kades Seri Wau, Ahd. Nazar Telaumbanua, dan Kades Sifahandro, Abd. Aziz Wau serta puluhan tokoh masyarakat menyampaikan pengaduan sekaligus pernyataan sikap kepada Bupati Nias melalui surat tertulisnya pada tanggal 1 Desember 2007 tentang penyalahgunaan wewenang jabatan oleh oknum Camat Sawo, TZ, SAP yang ditembuskan kepada Ketua DPRD Nias, Inspektorat Kabupaten Nias, dan Kabag Pemdes Kabupaten Nias.

Dalam suratnya, sejumlah tindakan oknum Camat sawo, TZ,SAP, yang menurut para kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat tidak mencermikan sebagai sikap seorang abdi negara diantaranya, pungutan / penggelapan honor para sekretaris desa dan kepala dusun secara bervariasi antara Rp200.000, sampai Rp250.000, per orang.

Sementara itu, menurut para kepala desa dan tokoh masyarakat, oknum Camat Sawo, TZ,SAP juga melakukan pembongkaran balai pekan sawo tanpa melibatkan masyarakat, dan setelah dilakukan pembongkaran, bahan dan alat material tidak diketahui keberadaannya, pada proses penjaringan dan pengusulan anggota PPK Pilgubsu 2008 tidak melalui mekanisme yang semestinya.

Selain itu, oknum Camat Sawo diduga tidak mendukung kegiatan pembangunan oleh NGO dan kontraktor yang hendak melakukan kegiatan pembangunan, misalnya kegiatan Coremap II di wilayah Kecamatan Sawo.

Dalam kepemimpinannya, oknum Camat TZ,SAP dinilai tidak dapat dijadikan teladan. Pada akhir surat pengaduan tersebut, para kepala desa dan tokoh masyarakat meminta Bupati Nias untuk segera memberhentikan oknum TZ,SAP sebagai Camat Sawo dengan pejabat yang dapat mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten Nias mewujudkan Nias Baru yang maju, beriman, dan sejahtera serta lebih aspiratif dan akomodatif terhadap kepentingan masyarakat Kecamatan Sawo.

Sementara itu, Badan Pengurus Cabang LSM LP-Kran Kecamatan Sawo menyampaikan pengaduan pemotongan honor para kepala dusun penerimaan honor Januari s/d Juli 2007 di Kecamatan Sawo yang diduga dilakukan oleh oknum Camat Sawo TZ,SAP dan oknum bendahara kantor camat , HZ, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 29 November 2007.

Disebutkan BPC LP Kran dalam suratnya yang ditandatangani, Masatani Telaumbanua, S.ST dan Ros Telaumbanua, akibat dan tindakan pemotongan/penggelapan honor para kepala dusun tersebut, mengakibatkan kerugian dengan total keseluruhan sebesar Rp1.025.000, dan tidak tertutup kemungkinan adanya korban lain yang juga telah dilakukan pemotongan /penggelapan oleh camat dan bendaharawan Kecamatan Sawo kepada kepala dusun lainnya di Kecamatan Sawo.

“Kami harapkan pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli segera mengusut kasus dugaan pungutan liar / pemotongan honor para kepala dusun oleh oknum camat TZ,SAP bersama sama dengan oknum bendahara HZ sesuai dengan surat pernyataan para korban yang disampaikan kepada LP Kran “, tegas Yuliman Zalukhu, Ketua DPC LP Kran Nias didampingi Masatani Telaumbanua, kepada wartawan di Gunugsitoli.

Camat Sawo, TZ, SAP ketika hendak dikonfirmasi lewat telefon selularnya, Senin (7/1) hingga Selasa (8/1) tidak dapat dihubungi karena sedang berada di luar jangkauan. Sementara Kajari Gunungsitoli melalui Kasi Intel, Frans rudi Zebua, SH yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/1) membenarkan telah menerima laporan pengaduan dari masyarakat melalui LSM. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi korban dan para kades untuk klarifikasi. “Kejari Gunungsitoli akan terus memproses pengaduan masyarakat tersebut,” tandas Rudi. (a35) (Waspada, 9 Januari 2008)

4 Responses to “Camat Dilaporkan Ke Bupati Dan Kejari Nias”

  1. 1
    Sozanolo Mendrofa Says:

    Yahowu!
    Saya rasa itu adalah merupakan cara yang paling bagus untuk menyadarkan mereka yang selalu menyalahgunakan wewenang mereka..
    Pejabat yang seperti itu harus diberikan sanksi yang sepantasnya agar mereka jera dan sadar bahwa masyarakat itu tidak dapat dibodoh – bododi terus…

    Saohagolo!

  2. 2
    Mr.Quiet Says:

    Sungguh sangat disayangkan bahwa seorang pimpinan masyarakat seharusnya mensejahterahkan masyarakatnya malah menderitakan masyarakat. Memang budaya korupsi tidak dapat lagi dilepaskan dari kehidupan para aparatur negara. dengan jabatan camat saja sudah mampu menopang kehidupan keluarganya tapi karna kebutuhan yang seharusnya tidak perlu tapi dianggarkan dalam kehidupannya akhirnya jatuh ke korupsi jika keuangan legal tidak mampu menutupinya. Saya sangat senang karna masyarakat tau apa haknya dan berani melaporkannya. ini adalah salah satu kontrol masyarakat dalam mengawasi kinerja aparatur negara dengan demikian maka aparatur tersebut akan berpikir dua kali untuk korupsi. Tinggal bagaimana pihak yang berkompenten untuk menyelidikinya untuk bertindak. Sebenarnya penanganan korupsi harus menyeluruh jangan terpisah-pisah sehingga tidak ada celah untuk koruptor menghindar dari tindakannya.

  3. 3
    Yuniman Harefa Says:

    menurut teori punishment and reward, maka menyunat sebagian hak aparatur desa harus dilaporkan kepada aparatur hukum untuk mendapat ganjaran dan lain waktu menjadi pelajaran dalam hidup sang aparat, hanya saja saya juga kasihan kepada aparat kecamatan soalnya di Kabupaten Nias aparat tidak punya tunjangan kesejahteraan berbeda dengan Kabupaten Nunukan atau Gorontaloyang memberi tunjangan bagi pegawai sebesar 1 jt hingga 1,5 jt perbulan, mungkin itu sebabnya sehingga mereka korupsi.atau ada sebab lain tanya mereka Pak Polisi !!

  4. 4
    Martua & Ginoto ( Smansa Gusit ) Says:

    Budaya korupsi di Indonesia khususnya di Nias memang sudah tak teratasi lagi.
    Hal ini dapat diberantas melalui kesadaran yang timbul dari hati nurani kita sendiri.
    Ini sangat kami tekankan kepada para goverment nias island yang hanya mementingkan diri sendiri dan golongan yang sederajat.
    Memang kadang kala pejabat kita sering menyalahgunakan wewenang yang mereka emban tapi tidak semua kok……!!!
    Darah yang sudah terinfeksi akan susah untuk diobati….!!!!!!
    Thank’s
    Good Luck Untuk Para Pemberantas Korupsi di Pulau Nias tercinta ini.!!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2008
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031