….Yaahowu
Yang terempas dan Yang Putus
Miwo manu si mendrua….

Kalimat di atas menjadi pembuka bab 46, halaman 405 buku Rahasia Meede karya ES Ito. Tentu saja saya tidak tahu alasan ES Ito menggunakan bahasa Nias dalam novel sejarahnya. Akan tetapi kalimat-kalimat yang tertera dalam bahasa Nias termuat berkali-kali. Sebuah novel sejarah yang mengagumkan. Pembaca akan berkelana dalam detail sejarah nusantara 350 tahun yang lalu. Mengenal rekaan watak gubernur jendral VOC di masing-masing periodenya. Kekuasaan kolonial dipertontonkan secara atraktif di mana pembaca berada pada posisi “dipaksa” merasakan dan menilai urut-urutan sejarah nusantara yang terjajah. Tentunya, bukan sejarah darah-darah tetapi lakon Belanda dalam memangsa harta republik.

Kepuasan membaca buku ini semakin kompleks, karena pembaca diajak melihat sejarah dengan setting tahun 2000an. Batavia-Kota dicacah dengan cantik oleh ES Ito, sama cantiknya dengan uraian ES Ito tentang tali temali Jakarta dengan pulau Siberut, pulau Banda dan Kepulauan Seribu. Novel ini membuat pembaca mendapatkan kenyamanan mengenal suku Mentawai dengan sikerei-nya, lekuk-lekuk tanah Banda dengan perkebunan palanya dan Jakarta-kota dengan bangunan tuanya.

Saya mungkin salah dalam menganalisa buku ini, tetapi saya berkeyakinan riset sejarah yang dilakukan ES Ito bisa menjadi acuan untuk mengembangkan nalar dan kekritisan kita dalam melihat Nusantara. Tesis-tesis ES Ito tentang kebudayaan dan kemoderenan adalah hal menarik. Sama menariknya dengan kalimat-kalimat ES Ito yang menggugah cita rasa kecintaan dan idealisame terhadap Indonesia sebagai suatu bangsa.

Kalek alias Attar Malaka, Batu Noah Gultom alias Batu August Mendrofa, Cathleen Zwinskel adalah tiga tokoh fiksi yang mendapat peran dalam novel sejarah ES Ito. Dan bahasa Nias sebagai satu kekayaan bahasa menjadi pilihan ES Ito untuk dijadikan bahasa sandi antar pelakon utama. Jadi jangan kaget, dalam beberapa dialog penting antara Kalek dan Batu menggunakan bahasa Nias kita.

Apresiasi luar biasa untuk ES Ito. Riset dan ketelitiannya dalam merangkai detail sejarah nusantara dan frase-frase nilai/budaya yang dituturkan melalui cerita Hatta dan Gandhi adalah bonus yang berarti buat pembaca. Membaca Rahasia Meede-ES Ito sama dengan berusaha menambah kapasitas kesejarahan kita atas Nusantara, menambah referensi kita atas bentuk penuturan sastra. Sastra Indonesia semakin kaya dengan ES Ito.

…Ehalawa (Adaleide, Aus), pesan waktu dari Nias adalah isyarat dan kode masa lalu yang tidak terbaca generasi sekarang…”. Tulisan itu termuat dalam ucapan terima kasih buku Rahasia Meede. ES Ito benar-benar membuktikan kebenaran sastra bukan saja lahir dari imajinasi cerdas tetapi juga hasil riset dari penulisnya.

Selamat buat ES Ito. Dan kehormatan besar bagi Nias kami yang bahasanya digunakan dalam novel sejarah ini. Mudah-mudahan penggunaaan bahasa Nias tidak hanya untuk menambah kemisteriusan jati diri penulis seperti yang tertera dalam uraian ‘tentang penulis’,…ES Ito lahir pada sembilan ratus delapan puluh satu. Ibunya adalah seorang petani, bapaknya adalah seorang pedagang”.

Peresensi:
Ilham Mendröfa
www.niasonline.net
02/01/08
______________________________________________
Judul Buku : Rahasia Meede, Misteri Harta Karun VOC
Pengarang : ES Ito
Penerbit : Hikmah, PT. Mizan Publika
Jenis buku : Novel Sejarah
Lembar Isi : 675 halaman
______________________________________________
Keterangan Gambar:

  1. ES Ito dengan kakaknya Uni Sesriwati yang diakuinya sebagai Guru Hidup. (gambar kiri atas)
  2. Dr Asvi Warman Adam (Sejarawan LIPI) dan Indra Jaya Piliang (CSIS) dalam Launching Novel Rahasia Meede, Bakoel Coffe-Menteng, 27/12/07. (gambar bawah kanan)
Facebook Comments