Medan (SIB)
Indonesia Democracy Watch (IDW) Sumatera Utara dalam investigasinya menemukan sejumlah proyek APBD Sumut rekening Bantuan Daerah Bawahan (BDB) tahun anggaran 2005 dan 2006 di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) tidak dikerjakan.
Proyek-proyek tersebut antara lain peningkatan jalan di Desa Hiliana–Lawa-lawa Luo Idano Tae, Kecamatan Gomo dengan alokasi dana Rp1.2 miliar. Peningkatan jalan sepanjang 2 km di Desa Orahii Kecamatan Telukdalam dengan biaya Rp1 miliar dan pengaspalan jalan di Kecamatan Hibala sepanjang 2 Km dengan biaya Rp800 juta.

Hal itu disebutkan Koordinator IDW Sumatera Utara, A Elafsin melalui siaran persnya kepada wartawan di Medan.

A Elafsin menambahkan, pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Pemukiman dan Prasarana Daerah (Komprasda) Kabupaten Nias Selatan Lianus Nduru ST membenarkan kepada pihaknya bahwa anggaran BDB Nisel tahun anggaran 2005 dan 2006 untuk peningkatan jalan di dua lokasi yang berbeda, namun disebutkan proyek tersebut sedang dalam pengerjaan.

Menanggapi hal itu, Elafsin mengatakan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 21 disebutkan APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa satu tahun anggaran terhitung mulai Januari sampai Desember.

“Menurut Permendagri tersebut, seharusnya jika anggaran BDB Sumut untuk Nisel tahun anggaran 2005 dan 2006 tidak terlaksana seharusnya menjadi masukan anggaran tahun berikutnya,” sebutnya sembari mengatakan IDW memandang Bupati Nisel tidak bertanggungjawab menggunakan anggaran BDB di daerah sebab tidak direalisasikan.

Temuan IDW lainnya berkaitan dengan proyek BDB yang diduga fiktif di Nisel seperti bantuan ternak sapi sebanyak 25 ekor dan obat-obatan dengan anggaran Rp162,5 juta, bantuan dana perbaikan judge tower (penjurian surfing) di Pantai Sorake Rp250 juta dan penyelesaian bangunan gedung pertemuan di Tello berbiaya Rp150 juta. (PR3/d) (SIB, 31 desember 2007)

Facebook Comments