Untuk para orangtua, jangan pernah merasa malu. Ini bukan aib. Ini musibah,” pesan Ronny Pattinasarany (58) kepada orangtua yang anaknya terjerat narkoba. “Kita mesti introspeksi dan jangan menyalahkan anak,” ujar bintang sepak bola itu.

Dua putra Ronny, yaitu Benny dan Yerry, pernah mencandu narkoba.

“Hati saya remuk waktu mengetahui Yerry menjadi pencandu putau,” ujar Ronny.

Ronny membawa anaknya ke dokter dan sembuh, tapi kambuh lagi. Ronny bertekad mendampingi anaknya dalam suka duka. Ia dihadapkan pada pilihan sulit. Sepak bola atau kesembuhan anaknya. Ia pilih yang terakhir.

“Saya korbankan semua. Saya rela kehilangan pekerjaan. Saya rela kehilangan harta, bahkan saya rela kehilangan harga diri. Tapi, saya tidak mau kehilangan Tuhan dan kehilangan cinta kasih pada anak,” ujarnya.

Ronny melepaskan jabatan sebagai Pelatih Petrokimia Gresik waktu itu. Hari-harinya ia habiskan bersama keluarga dan mendampingi kedua putranya. Ia sadar bahwa selain upaya medis, obat mujarab adalah cinta kasih.

“Saya membawa anak ke Tuhan. Bukankah tidak ada yang bisa menyembuhkan selain cinta kasih-Nya,” katanya.

Setiap hari Ronny berdoa agar diberi kesabaran dan kesehatan untuk anaknya. Hasilnya, Benny dan Yerry bebas dari narkoba. Mereka kini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Jangan kucilkan mereka. Terimalah mereka dengan cinta kasih yang tulus,” kata Ronny.

Ronny kini menderita penyakit kanker hati. Pekan lalu ia berobat ke China. “Doakan agar saya sembuh,” katanya tabah. (A03)

 Sumber: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0712/21/Natal/4088438.htm

Facebook Comments