Gunungsitoli, (Analisa)

Terkait dengan aksi pengutan liar (Pungli) dilakukan fasilitator Perumahan Badan rehabilitasi dan Rekonstruski (BRR) Distrik Kabupaten Nias di Kecamatan Alasa. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli akan segera memanggil delapan fasilitator untuk dilakukan klarifikasi dan meminta keterangan atas kasus itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejasaan Negeri (Kajari) Gunungsitoli Dade Ruskandar SH.MH saat ditanya Analisa, di ruang kerjanya, sehubungan dengan surat BRR Perwakilan Nias di tujukan kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang meminta dan bekerjasama untuk mengusut kasus itu.

“Surat dari BRR Perwakilan Nias telah kita terima, tentunya kita juga akan mempelajari kasusnya terlebih dahulu, dalam waktu dekat akan memanggil delapan fasilitator untuk dimintai keterangan dan sekaligus klarifikasi atas kasus itu,” ungkap Dade.

Dade mengungkapkan, pemanggilan fasilitator ini sehubungan dengan aksi masyarakat Alasa di kantor BRR Perwakilan Nias yang kurang puas dalam penetapan penerima bantuan perumahan, hingga banyak warga yang tidak puas ditambah lagi dengan janji fasilitator kepada warga yang memberikan uang sebesar Rp10 juta

“Jika dalam kasus ini nantinya ada unsur pidana, kasusnya akan diserahkan kepada pihak Kepolisian, namun jika dalam kasus ini nantinya terdapat unsur lain pidsus tentunya kita akan langsung menanganinya,” katanya.

Saat ditanya tentang permintaan BRR membolehkan atau memberikan peluang besar kepada Kejasaan Negeri Gunungsitoli untuk memeriksa jika ada potensi perbuatan tindak pidana lainnya dilakukan setiap pihak, termasuk personil BRR Perwakilan Nias, Distrik Kabupaten Nias dan Distrik Nias Selatan. Ia mengatakan hal itu kemungkinan akan dilakukan, tentunya sesuai dengan mekanisme yang ada. (kap) (Analisa, 15 Desember 2007)

Facebook Comments