AAP – Sebuah kesepakatan baru untuk mengatasi perubahan iklim telah dikeluarkan sore ini ketika Amerika Serikat menyerah dan mendukung roadmap Bali.

Konsesi AS – 14 jam setelah batas waktu awal terlampaui – datang setelah dua minggu pembicaraan dan satu hari drama tinggi, di mana pimpinan Konferensi Yvo de Boer keluar disertai linangan air mata sementara delegasi AS disoraki.

“Kami akan melangkah ke depan dan mengikuti konsensus,” kata negosiator utama AS Paula Dobriansky kepada pertemuan 190 negara itu yang disambut dengan tepuk tangan dari para delegasi yang telah kelalahan.

Delegasi-delegasi melonjak kegirangan dan bertepuk tangan begitu presiden Rahmat Witoelar mengetokkan palu dan menyatakan roadmap telah diadopsi.

Terobosan datang kurang dari 90 menit setelah negosiator utama, Menteri Perubahan Iklim Australia Penny Wong mengatakan persetujuan mungkin tak tercapai tetapi berjanji akan terus bekerja untuk mencapai konsensus.

“Kita tahu membangun konsensus global atas isu perubahan iklim tidak akan mudah … tetapi Australia berada di sini untuk usaha keras dan panjang,” kata Senator Wong.

“Kami katakan kami akan memainkan peran konstruktif sekarang dan di masa mendatanag dan itulah yang dilakukan Australia.”

Sekretaris Jenderal PBB General Ban Ki-moon dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil langkah luar biasa menyampaikan arahan kepada para delegasi, mendesak mereka untuk berkompromi demi kepentingan dunia.

Dan kepada Yvo de Boer, Sekretaris Eksekutif UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) diberi aplaus meriah setelah beliau kembali ke ruang pertemuan Bali International Convention Centre setelah sebelumnya “mogok” dan meninggalkan perundingan yang sulit dan melelahkan.

Para delegasi sepakat memulai perundingan-perundingan tentang pakta pemanasan global untuk menggantikan Protokol Kyoto pada tahun 2012, yang juga akan melibatkan negara yang belum meratifikasi Protokol Kyoto seperti AS

Keterangan gambar: Para delegasi berdiri mengaplaus putusan untuk mengadopsi “Bali roadmap” untuk kesepakatan internasional tentang perubahan lingkungan di masa mendatang. (Foto: Situs UNFCCC -wwwunfccc.int)

(Sumber: News.com.au 15/12/2007)

Facebook Comments