Gunungsitoli, (Analisa)

Aksi pungutan liar (Pungli) dilakukan Tim Fasilitator Badan Rehabilitasi dan Rekonstrusksi (BRR) Distrik Kabupaten Nias kepada warga Kecamatan Alasa, membuat warga Alasa unjuk rasa ke kantor BRR Perwakilan Regional VI Nias, Kamis (6/12).

Tujuan ratusan warga yang mengatas namakan Forum Peduli Keadilan Masyarakat Alasa (FPK-MA) datangi kantor Perwakilan (BRR) Regional VI Nias, untuk menyampaikan keluhan serta menuntut ketidakadilan atas pungutan uang kepada warga dilakukan Tim Fasilitator BRR dalam penetapan calon penerima bantuan perumahan di Kecamatan Alasa.

Terlebih kepada delapan orang tim fasilitator yang bertugas di Kecamatan Alasa dan pejabat teras lainnya yang ikut terlibat dalam kasus itu, ternyata sudah terbukti dan telah diakui pihak BRR.

Kedatangan ratusan warga Alasa ke kantor BRR Perwakilan Nias sempat dihadang sekitar 1 pleton personil dari Polres Nias dipimpin Kasat Intel AKP Ofen Gulo dan Kasat Samapta Karlos Pangaribuan dan penjaga kantor BRR Perwakilan Nias di pintu gerbang kantor itu.

Dalam orasi disampaikan Alim Yunus Hulu, meminta kepada pihak BRR Perwakilan Nias yang mempunyai kewenangan tertinggi di Kabupaten Nias untuk menindak tegas para oknum fasilitator BRR Distrik Nias yang bertugas di Kecamatan Alasa serta pejabat teras lainnya yang ikut terlibat dalam kasus pungutan liar dan penipuan yang dilakukan para oknum kepada ratusan warga Alasa.

“Kami meminta dan memohon kepada pihak BRR Perwakilan Nias sebagai penguasa tertinggi di Pulau Nias, menindak tegas para oknum itu serta menuntut mereka sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Alim Yunus.

Massa mendesak untuk dapat bertemu dengan Kepala BRR Perwakilan Nias, Willam P Sabandar untuk melakukan dialog serta mendengar keluhan mereka.

Kepala BRR Perwakilan Nias Willam P Sabandar yang sebelumnya ditunggu warga karena masih berada di DPRD Kabupaten Nias dalam mengikuti acara dengar pendapat, akhirnya menerima ratusan warga Alasa dan melakukan dialog.

Tindakan Tegas

Willam P Sabandar dalam dialog singkat di hadapan ratusan warga Alasa mengungkapkan, keluhan warga sebelumnya telah sampai ke pihak BRR Nias. Kepada warga, Willam menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap para oknum fasilitator serta berjanji akan segera menyelesaikan proses pembangunan rumah di Kecamatan Alasa. Hingga saat ini, seorang tim fasilitator dipecat BRR Distrik Nias

Untuk mendengarkan lebih jauh keluhan warga, Kepala BRR Perwakilan meminta kepada warga dapat berdialog di dalam ruang rapat kantor BRR Perwakilan Nias dengan utusan beberapa warga saja.

Dalam dialog dengan 18 orang utusan warga bersama Kepala BRR Perwakilan Nias di ruang rapat Kantor BRR Perwakilan Nias, warga diwakili Alim Yunus Hulu menegaskan,agar BRR memecat delapan oknum fasilitator yang bertugas dan pejabat teras yang terlibat seperti, Kepala Bidang Kelembangaan dan Pembangunan Manusia, VL, Asisten Kepala Bidang Perumahan BRR Distrik Nias, EW.

Selain itu, mereka meminta agar proses pembangunan perumahan di kecamatan mereka diambil alih BRR tidak lagi melalui tim fasilitator. Mereka juga meminta pihak BRR Perwakilan Nias dapat menyelesaikan konflik pro dan kontra di tengah masyarakat Alasa akibat masalah penetapan rumah itu.

Warga juga meminta atau menagih janji Kepala BRR Perwakilan Nias saat berkunjung di Kecamatan Alasa dalam hal pembangunan jalan menuju Kecamatan Alasa yang hingga saat ini belum juga terealisasi.

Dalam dialog itu, Willam P Sabandar berjanji kepada warga akan segera menindak tegas para oknum fasilitator dan oknum yang lain yang terlibat dalam kasus itu, serta akan segera me nyelesaikan proses segala masalaah yang terjadi Kecamatan Alasa, khusunya dalam pembangunan rumah. (kap) (Analsia, 7 Desember 2007)

Facebook Comments