Ketiadaan Bank, Berbisnis di Pulau Telo dan Pulau Pulau Batu Nias Selatan Menggunakan Uang Berkarung-karung

Monday, December 3, 2007
By nias

Medan (SIB)
Bupati Nias Selatan (Nisel) Fahuwusa Laia SH MH mengatakan pihaknya berharap bank membuka cabang atau kantor cabang pembantu di daerah selatan Nisel khususnya di sentra bisnis Pulau Telo, Pulau Hibala, Pulau Pulau Batu. Kehadiran bank dimaksudkan untuk mempercepat proses bisnis keuangan dan jasa sekaitan dengan makin berkembangnya wilayah tersebut, menyusul kehadiran invetor asing. “Aneh… kalau bisnis miliaran rupiah harus menggunakan uang berkarung-karung untuk transaksi,” ujar Fahuwusa Laia di Medan didampingi Ketua DPRD Nisel Hadirat Manao, Koordinator Tim Percepatan pembangunan Kabupaten Nisel Herman H Laiya SH MHum, sekretaris Drs Kharisman Halawa MSi dan sekretaris eksekutif Pius Izal Dumatubun MM, Dirut PD Nisel Herman S Lase MBA dan Ny Fahuwusa Laia.

Fahuwusa Laia bilang, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pimpinan bank yang ditugasi pemerintah untuk melayani nasabah hingga ke pedesaan tapi meski di pembicaraan itu sudah dicapai kesepakatan, belum ada realisasi. Selain untuk mendukung bisnis di wilayah Nisel, khususnya di sentra bisnis, Fahuwusa Laia mengatakan kehadiran bank dimaksudkan untuk mengajak, mendidik dan mengarahkan masyarakat mengenal perbankan hingga dalam manajemen keuangan masyarakat bisa lebih modern. “Kehadiran bank di wilayah tersebut sudah amat mendesak,” tandas Fahuwusa Laia.

Bupati yang mantan Kepala Kejaksaan Negeri di Gunungsitoli dan Pekanbaru itu mengatakan, seiring dengan hadirnya investor maka sistem keuangan masyarakat harus menyesuaikan kemodernannya dengan pihak asing. Bila tidak, selain dianggap tidak setara juga dapat terjadi kesalahan yang signifikan. Fahuwusa Laia menambahkan, di Desember 2007 investor asing mentransfer penyertaan modal 10 juta dolar AS ke Nisel. Penyertaan modal itu dalam geliatnya tentu menyertakan masyarakat, tapi pihak perbankan justru tidak ada. “Memang, mudah-mudahan dengan manajemen terbuka dan modern, semua kendala dapat diatasi, tapi jadi timpang karena ketiadaan bank. Padahal, bisnis modern tetap harus melibatkan bank secara fisik dan manajerial,” tandasnya.

Sebagaimana diwartakan Hijrah Global Sdn Bhd, perusahaan swasta nasional Malaysia melalui PT Hijrah Global Indonesia Tbk investasi 10 juta dolar AS di Nias Selatan untuk eksplorasi kekayaan laut Nisel. Penandatanganan dilakukan Dirut PD Nisel Herman S Lase MBA dan Dirut Hijrah global Abdullah bin Abdul Wahab disaksikan Bupati Nisel Fahuwusa Laia, Ketua DPRD Nisel Hadirat Manao, Managing director Hijrah Global Mohd Nasir Mohd Rashid, Koordinator Tim Percepatan pembangunan Kabupaten Nisel Herman H Laiya SH MHum, sekretaris Drs Kharisman Halawa MSi dan sekretaris eksekutif Pius Izal Dumatubun MM dilakukan di Hotel Palm Garden IOI Resort Putra Jaya, Malaysia, Rabu (27/11). Kerja sama bagi hasil itu menyangkut mata dagang sejumlah ikan seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut dan udang lobster, maksimal akhir Desember 2007.

Bupati Nisel Fahuwusa Laia SH MH bilang, saat penyampaian paparan di depan investor Malaysia pihaknya menyanggupi melakukan kemudahan dalam hal perizinan hingga berniat mengantar investor ke pusat dalam maksud memperlancar bisnis. “Kan agak aneh, hanya untuk operasional perbankan di wilayah selatan Nias Selatan, tak ada bank secara fisik. Kami meminta harapan ini ditanggapi positif karena keberadaan bank di wilayah itu untuk kemajuan bersama dan bank pun diuntungkan,” tandas Fahuwusa Laia.

Hadirat Manao mengatakan hal serupa. Selain pihaknya mendukung penuh langkah eksekutif Nias Selatan melalui terobosan yang dilakukan Bupati Fahuwusa Laia, pihaknya meminta perbankan tanah air atau yang ada di Sumatera Utara melakukan langkah positif dalam mendukung perbisnisan di Nisel, sekaligus secara stimulan melibatkan masyarakat setempat mengenal dan mengakrabi perbankan. “Kami pun meminta seluruh komponen masyarakat mendukung langkah eksekutif yang dipelopori Bupati dalam mengundang investor asing ke Nisel,” tandas Hadirat Manao. (r10/h) (SIB, 2 Desember 2007)

One Response to “Ketiadaan Bank, Berbisnis di Pulau Telo dan Pulau Pulau Batu Nias Selatan Menggunakan Uang Berkarung-karung”

  1. 1
    wiyono Says:

    mantab ini blog

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31