BRR Nias Pecat Fasilitator Desa yang Lakukan Pungli

Thursday, November 29, 2007
By nias

Khairul Ikhwan – detikcom

Medan – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Distrik Nias memecat koordinator fasilitator desa yang melakukan pendataan dan verifikasi bantuan perumahan BRR di Desa Ombolata Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut). Pemecatan ini dilakukan menyusul pengaduan warga Desa Ombolata ke kantor BRR Distrik Nias.

Kepala BRR Distrik Nias Yupiter Gulo menyatakan, tindakan ini diambil untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa tidak ada pungutan apapun kepada masyarakat terkait bantuan perumahan dari BRR.

“Surat pemecatan saat ini sedang diproses oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perumahan Distrik Nias Helmut Dachi,” kata Yupiter Gulo kepada wartawan di Medan, Sabtu (24/11/2007).

Berdasarkan laporan masyarakat, kata Gulo, fasilitator telah menerima dana sebesar Rp 10 juta dari sumbangan masyarakat. Koordinator fasilitator desa saat itu berinisial YR Gulo menerima dana pungli melalui Kepala Desa Ombolata.

Warga memberikan uang kepada oknum Kades Ombolata karena diyakinkan, dengan membayar sejumlah uang kepada Tim Survei BRR, mereka akan mendapat bantuan bangunan rumah. Dana diserahkan masyarakat dengan jumlah bervariasi Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Dalam surat pengaduan tanggal 19 November 2007 disebutkan, fasilitator desa mengaku menerima uang dari Kepala Desa Ombolata. Menurut rencana uang tersebut akan dikembalikan pada 15 November 2007, tetapi sampai surat pengaduan dibuat uang belum dikembalikan.

Yupiter Gulo menyatakan penyesalannya terhadap pemungutan uang fasilitator desa tersebut. Kejadian ini sangat disayangkan, karena telah berulang kali dinyatakan tidak ada pungutan apapun sebagai syarat agar masyarakat mendapatkan bantuan perumahan.

“Yang berhak mendapat bantuan adalah mereka yang rumahnya benar-benar hancur atau rusak karena bencana Gempa Bumi 28 Maret 2005. Hanya itu syaratnya dan tidak ada biaya apapun yang harus diberikan masyarakat untuk mendapatkan bantuan perumahan dari BRR,” pungkasnya. (rul/mly) (Detik.com, 25 November 2007)

3 Responses to “BRR Nias Pecat Fasilitator Desa yang Lakukan Pungli”

  1. 1
    berkat Says:

    Saya pribadi merasa sedih membaca berita ini.ternyata masih ada juga orang yang memanfaatkan kesempatan buat orang lain.Kepada saudara / i masyarakat nias tolong kasus kayak ginian di lapor kepada pihak2 yang terkait biar oknum2 yang meminta dana utk bantuan perumahaan BRR segera di tindas dengan tegas.Masyarakat jangan percaya dan jangan kasih uang kepada orang yang mau meminta utk mendapatkan rumah BRR.Kepada Bp / ibu yang kerja di BRR tolong di selidiki kasus2 kayak gini biar masyarakat jangan menderita cmn hanya mendapatkan rumah yang layak.Kasihan khan mereka.saya bisa membayangkan seandainya pada diri saya atau keluarga saya terjadi.lagian mencari uang di nias sangat2 susah sekali.
    itu aja dech saran dari saya.
    salam dari berkat batam

  2. 2
    Kolonel Chb Ir. Adieli Hulu, MM Says:

    Membaca berita ini saya pribadi sangat sedih dan prihatin bercampur geram, bukan hanya karena kebetulan kejadiaanya di Desa Ombalata Alasa tempat saya lahir, tetapi karena saya hampir tidak percaya bahwa ditengah ketertinggalan dan kemiskinan Ono Niha yang semakin parah akibat bencana beberapa waktu yang lalu, masih ada saudara kita yang juga Ono Niha (YR. Gulo) sampai hati berbuat hal yang tidak terpuji menipu sesama sudaranya, hanya untuk kepentingan pribadi.
    Saya mengharapkan agar kasus ini tidak terulang lagi dan hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Khususnya bagi talifusogu Ono Niha yang sedang diberikan kepercayaan menduduki jabatan baik di lembaga pemerintahan maupun lembaga-lembaga lain seperti BRR saya menghimbau agar berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat Tano Niha. Kalau bukan kita Ono Niha yang menolong dan memajukan masyarakat Tano Niha, siapa lagi yang kita harapkan.

    Ya’ahowu

    Adieli Jakarta.

  3. 3
    Dr.Ir.Arwin SABAR,MSc Says:

    Dari serangkaian berita-berita tidak bermutu tentang pembangunan tentang Nias . Ada apa sebenarnya yang terjadi di lembaga pembangunan tsb. Dalam pengobatan penyakit ada 2 (dua) pendekatan yang dilakukan: 1. cara Kuratif atau 2. cara Preventif . cara kuratif, dengan mengobati gejala penyakit yang muncul, misalnya sakit kepala dengan minum obat bodrex ,tidak bisa menjamin sembuhnya terhadap penyakit tsb. dan akan muncul lagi pada kesempatan lain. Cara Preventif adalah cara pengobatan kepenyebab utama penyakit itu. Apabila perlu dilakukan amputasi sehingga organ tubuh sehat kembali -> Pencegahan jauh lebih efektif dari memecat. Perlu kita minta penjelasan tuntas (konsultasi) dari seorang dokter cara pengobatan Cara Curative dan Preventive, bagaimana metode menemukan penyebab penyakit cara Preventif dan mengobatinya.

    Ya’ahowu

    Arwin Sabar, Bandung.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930