Animo Masyarakat Pulau-Pulau Batu Berobat ke Rumah Sakit Minim

Monday, November 26, 2007
By borokoa

Nias (SIB)
Animo masyarakat Kecamatam Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan untuk berobat di rumah sakit masih rendah, khususnya warga yang tinggal di pulau-pulau kecil seperti Pulau Tanamasa, Sibaranum dan Sipika. Warga di pulau-pulau kecil itu masih mempercayai pengobatan tradisional.

Hal itu dikatakan Kepala Rumah Sakit Tello Dokter Yulia Yustina Marampak kepada wartawan, di Desa Loboi Pulau Tello Nias Selatan, Senin (19/11). Menurut dokter asal Tanah Toraja Sulawesi Selatan itu, penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah TBC dan gizi buruk.

Ia menambahkan, tingkat kematian usia muda di wilayah tersebut termasuk sangat tinggi. Dari hasil temuan selama dua tahun terakhir ini, dari 304 anak yang didata dengan usia 1 hingga 2 tahun sedikitnya 42 anak dinyatakan positif gizi buruk.

Mengenai pola berobat, selama ini masyarakat Pulau-Pulau batu lebih cenderung mengkonsumsi obat ringan yang dijual di warung? warung ketimbang berobat ke rumah sakit. Hal itu, menurut dokter Yulia mungkin diakibatkan tidak adanya pelayanan kesehatan di desa-desa seperti pelayanan kesehatan Puskesmas Pembantu (Pustu) ataupun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Rumah Sakit Tello
Saat ini di Pulau Telo telah berdiri rumah sakit yang dibangun oleh organisasi Medical Assistant Program atau MAP International. Rumah sakit ini telah beroperasi sejak 15 Maret 2007. Fasilitas Rumah Sakit Tello terdiri dari Poliklinik Umum Kesehatan Ibu dan Anak, terdiri dari ruang bersalin dan ruang rawat inap ibu, bayi dan anak. Selain itu poliklinik gigi, instalasi gizi serta konsultasi hipertensi yang juga dilengkapi ruang operasi.

Rumah sakit itu dibangun atas kerjasama MAP International dengan Yayasan Surya Kebenaran International dengan fasilitas rawat jalan dan rawat inap sebanyak 37 bed ditambah 10 bed untuk balita. Dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang UGD/ER, Laboratorium, radiology, operation theater room (ruang operasi), pharmacy dan Rawat Gigi (Dental Clinic).

Menurut Elvi Siahaan sebagai contact person MAP International, Rumah Sakit Tello saat ini ditangani 35 tenaga medis dan non medis lainnya yang berasal dari dalam dan luar pulau Nias. Staff-staff yang kompeten telah didatangkan dari luar pulau Nias untuk bertugas di rumah sakit ini dan sekaligus mendampingi dan bekerjasama dengan team medis yang berasal dari daerah setempat.

Rumah sakit ini melayani 2.000 hingga 3000 jiwa penduduk yang mendiami satu kecamatan yaitu Kecamatan Pulau-Pulau Batu di Kabupaten Nias Selatan. Terdapat 101 pulau kecil di kawasan ini, namun hanya beberapa pulau yang didiami, yaitu Pulau Tello, Tanamasa, Sibaranum, Pini dan Hibala.

“Masyarakat masih takut untuk berobat. Masyarakat tampak takut dengan baiaya pengobatan karena melihat rumah sakit yang mewah. Padahal tidak demikian, karena biaya rawat inap hanya berkisar Rp. 15 ribu per-hari, sudah termasuk makan,” ujar dokter Yulia sambil menambahkan bahwa pihaknya telah mensosialisakan perihal biaya ini kepada masyarakat, melalui rapat desa, pertemuan-pertemuan lainnya.

Mata pencaharian masyarakat di wilayah ini adalah nelayan dan petani kelapa. Sumber penghasilan yang minim menyebabkan mereka sulit secara ekonomi dan upaya pemeliharaan kesehatan. Untuk berobat ke RS Tello, penduduk yang mendiami beberapa pulau kecil harus membiayai ongkos transportasi melalui laut yang berbiaya cukup mahal.

Meskipun BRR telah membangun berbagai infrastruktur, seperti jalan dan pelabuhan di wilayah ini, masyarakat belum dapat memanfaatkan secara maksimal. Transportasi darat di daerah ini hanya sepeda motor dan becak. Kendaraan roda empat hanya 1 unit, itupun milik organisasi MAP International. (T15/i) (SIB, 25 November 2007)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930