JAKARTA – Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta agar kontraktor lokal di Sumatera Utara dilibatkan dalam pembangunan Bandara Kualanamu yang akan segera dimulai. Selain itu, Jusman menegaskan, Presiden dan Wakil Presiden meminta bandara itu beroperasi pada 2009.

“Menanggapi keluhan dari sejumlah pihak di daerah (Sumatera Utara, red), saya meminta dalam pelaksanaannya agar melibatkan juga kontraktor lokal sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang sudah dimiliki di sana,” ujar Jusman dalam kata sambutan saat penandatangan kontrak pembangunan pondasi dan struktur atas gedung terminal bandara Kualanamu antara PT Angkasa Pura II (AP II) dan PT Waskita Karya di Cengkareng, Kamis (22/11).

Sementara itu, Direktur Utama AP II Edie Haryoto juga mengharapkan agar PT Waskita Karya menjadikan kontraktor local sebagai subkontraktor pada berbagai tahapan pembangunan tersebut. “Selain itu, masih ada banyak pekerjaan pada sector publik yang dibiayai pemerintah, yang saat ini sedang ditender. Kontraktor lokal tetap punya kesempatan,” kata dia.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Waskita Karya Umar TA mengungkapkan, pihaknya akan merekrut sumber daya manusia (SDM) local dalam pembangunan tersebut. Dia juga meminta dukungan pemerintah daerah agar pembangunan tersebut dapat berjalan lancar.
Kontrak Pembangunan

Hari ini (22/11), PT Waskita Karya dan AP II menandatangani kontrak pembangunan pondasi dan struktur atas gedung terminal bandara Kualanamu. Pekerjaan itu merupakan bagian dari pembangunan sisi darat yang dibiayai oleh AP II. Proyek tersebut bernilai sekitar Rp 125,7 miliar dan dengan masa pengerjaan selama 240 hari. “Target selesai Juni 2008,” ujar Edie.

Edie menuturkan, tender pekerjaan sisi darat lainnya seperti mekanikal dan elektrikal terminal penumpang, special equipment, dan bangunan pendukung seperti jalan, terminal kargo, dan perkantoran saat ini sedang dipersiapkan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Januari 2009. Edie memaparkan, AP II menanggung sebesar Rp Rp 1,4 triliun dari total Rp 3,7 triliun biaya pembangunan. Sisanya ditanggung oleh pemerintah sebesar Rp 2,3 triliun. “Untuk sisi darat, AP II mengandalkan pembiayaan dari perbankan sebesar Rp 1 triliun dan Rp 400 miliar dari dana internal,” jelas dia.

Edie mengatakan, pengerjaaan sisi udara, diantaranya pembangunan landasan pacu saat ini sudah mulai dikerjakan. Karena seluruhnya dikerjakan paralel, Edie optimis seluruh pekerjaan telah selesai pada Oktober 2009. “Dengan demikian, target pengoperasian penuh bandara tersebut pada 2009 dapat dicapai,” tukas dia.
KA Bandara

Edie juga mengungkapkan, bandara tersebut akan dilengkapi dengan kereta api (KA) bandara yang akan mulai difungsikan untuk pengangkutan material pembangunan. “Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Rail Link telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk pembangunan KA bandara,” kata Edie. Selanjutnya, kata dia, KA tersebut akan dikembangkan menjadi salah satu andalan angkutan langsung ke bandara pengganti Bandara Polonia tersebut.

Bandara Kualanamu direncanakan dibangun di atas lahan seluas 144 hektar dengan panjang landas pacu 3750X45 meter dan bisa didarati pesawat-pesawat berbadan lebar (wide body). Bandara itu diperkirakan bisa menampung sekitar 8 juta pergerakan penumpang dan sekitar 10 ribu pergerakan pesawat setiap tahun.

Bandara itu akan memiliki terminal dan fasilitas kargo seluas 13,1 hektar dan akan menjadi bandara pertama di Indonesia yagn memiliki city check in terminal. Berjarak sekitar 24 kilometer dari kota Medan tersebut, perjalana ke bandara tersebut bisa ditempuh selama 30 menit. (neh)

Catatan: berita yang sama dapat diakses di www.investorindonesia.com

Facebook Comments