Banyak Daerah Tak Peduli Perencanaan Transportasi

Friday, November 23, 2007
By susuwongi

20/11/2007 21:12:42 WIB JAKARTA, Investor Daily Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub) Elly Sinaga menilai banyak daerah tak peduli dengan perkembangan transportasi. Hal itu dikhawatirkan akan membuat daerah-daerah tersebut menghadapi masalah transportasi seperti yang dialami Provinsi DKI Jakarta.

“Banyak daerah nggak sadar bahwa kondisi transportasi mereka berada di titik kritis,” ujar Elly dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (19/11). Elly menunjuk Provinsi Bali sebagai salah satu daerah yang berada di titik kritis tersebut. Kritisnya sistem transportasi di Pulau Dewata tersebut terindikasi dari minimnya masyarakat yang menggunakan angkutan umum. “Saat ini masyarakat yang menggunakan angkutan umum hanya sekitar 3%,” ujar dia.

Namun, ironisnya, Pemprov Bali belum melakukan langkah antisipasi apa pun. Padahal, Pemprov Bali semestinya sudah memperhitungkan kemungkinan munculnya masalah bila kondisi tersebut terus dibiarkan.

Menurut Elly, seharusnya setiap daerah mengadopsi sistem transportasi nasional (sistranas) yang telah dijabarkan dalam tatanan transportasi nasional (tatranas), wilayah (tatrawil) untuk tingkat provinsi, dan lokal (tatralok) untuk tingkat kabupaten. Seluruh tatanan transportasi tersebut perlu menjadi pegangan bagi daerah untuk pengembangan transportasinya.

“Supaya bisa menjadi pegangan, tatanan transportasi tersebut harus disahkan sebagai peraturan daerah (perda),” jelas dia. Menanggapi terjadinya keruwetan sistem transportasi seperti yang terjadi di Pemda DKI Jakarta, Elly mengatakan, pihaknya hanya bisa mendorong pemprov melalui kerja sama.

“Sistemnya tarik ulur. Dephub mendorong mereka dengan memberi insentif, namun mereka harus berkomitmen mengembangkannya,” jelas dia. Bentuk dorongan tersebut seperti yang dilakukan pada proyek Trans-Yogya, yakni pemerintah berpartisipasi dalam pengadaan beberapa unit bus sebagai rangsangan pengembangan.

Selain itu, pemerintah akan membantu pemprov membangun grand design transportasi daerah melalui kerja sama dengan pemprov dan perguruan tinggi setempat. Dia juga memaparkan, saat ini pemerintah membantu beberapa kota besar untuk mengembangkan sistem transportasi daerah yang terintegrasi dengan daerah sekitarnya (aglomerasi).

“Hal itu kita lakukan di Semarang yang dikenal dengan nama Kedung Sepur. Jadi, kayak di Jakarta, tidak bisa hanya mengurusi Jakarta saja karena sistem transportasi juga dipengaruhi oleh kota Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Botabek),” jelas dia.

Kota Percontohan
Sementara itu, Dephub akan menyelenggarakan program kota percontohan di bidang transportasi darat di 10 kota mulai 2008. Program tersebut akan mengakomodasi karakteristik daerah setempat sehingga lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan.

Secara terinci, karakteristik kota terbagi menjadi kota kecil (Kota Tomohon dan Bukittinggi), kota sedang (Kota Binjai, Sorong, dan Sragen), kota besar (Kota Bogor, Balikpapan, dan Pekan Baru), dan kota raya (Surabaya dan Makassar). (neh)

Catatan pribadi: Bagaimana dengan Pemda Nias dan Nias Selatan, apakah sudah memikirkan mengenai penetapan dan penataan sistem transportasi daerah sebelumnya semuanya susah diatur?

5 Responses to “Banyak Daerah Tak Peduli Perencanaan Transportasi”

  1. 1
    Migo Says:

    Terkait catatan pribadi di bagian akhir tulisan, kalau berkenan mohon ikuti wawancara Kepala BRR Perwakilan Nias William P. Sabandar mengenai Strategi Rekonstruksi Transportasi Nias di http://pic-brr.blogspot.com

    Salam hangat,
    Migo

  2. 2
    Etis Nehe Says:

    Bung Migo,

    Terima kasih atas informasinya.

    Dari bentuknya, tulisan itu adalah hasil wawancara internal Anda sendiri. Tetapi, tidak masalah.

    Pak, terlepas apakah Pak Willy layak ditokohkan untuk pembenahan sistem transportasi di Pulau Nias pasca bencana gempa (bagi saya masih debatable karena pada umumnya yang dibangun masih sentra-sentra dan site infrastruktur yang sudah ada sebelumnya, yang belum terlalu baik dan kemudian mengalami kerusakan saat gempa), saya mengapresiasi upaya BRR-Nias tersebut.

    Cuma, menurut saya, tidak jelas apakah yang dimaksud dengan pembenahan tersebut telah mengikuti skema pemerintah (Dephub) tentang sistem transportasi nasional yang diimplementasikan dalam sistem transportasi nasional (tatranas), sistem transportasi wilayah (tatrawil-utk propinsi) dan sistem transportasi lokal (tatralok — utk kabupaten).

    Tatanan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah dengan mengacu pada main frame sistranas. Setelah itu, tatanan yang telah disusun harus disahkan menjadi semacam perda. Dan, itu akan menjadi buku pegangan penanganan transportasi bahkan hingga 20-an tahun ke depan.

    Itu akan mencegah terjadinya tumpang tindih pembangunan, termasuk mencegah pembangunan fasilitas/infrastruktur transportasi yang belum feasible, baik dari segi kebutuhan, waktu dan dampaknya.

    Kalau saja pembenahan itu hanya berdasarkan frame kerja jangka pendek BRR-Nias dan tidak diikuti dengan kesiapan mind-set dan aspek legal pembangunan dan penataan infrastruktur tersebut oleh pemda, maka saya sangat yakin, segera setelah BRR-Nias pergi, bahkan mungkin sebelumnya, kita akan tahu apakah semuanya masih akan berjalan dengan baik, bertahan lama (dari segi kualitas infrastruktur) dan benar-benar memancing investasi. Dalam hal ini, jujur saja, saya pesimis.

    Tetapi, sekali lagi, saya secara pribadi mengapresiasi hal itu.

    Etis Nehe

  3. 3
    Nur Khalimah Says:

    Pengertian lengkap grand design tu apa ya???pengertian bkn kata lain…jika aku mau nyari2 buku dimana???
    thank..
    -khalimah-

  4. 4
    Agustinus Says:

    Saya, sependapat dengan statement dari Bu Elly…..
    Keseriusan pemerintah pusat dalam hal ini Dephub dalam menyikapi permasalahan transportasi khususnya di kota2 besar memang tidak diragukan. sayangnya sekali lagi, belum ada komitmen yang kuat dari pengambil kebijakan di daerah untuk membenahi sistem transportasi didaerah masing-masing.
    pola penanganan permasalahan transoportasi yang ada saat ini hanya sebatas penyelesaian jangka pendek dan terkesan coba-coba.
    yang lebih gawat lagi penempatan pejabat yang membidangi transportasi di daerah tidak jelas kompetensinya bahkan dari disiplin ilmu yang sama sekali tidak berkaitan dengan tranportasi,misal dari dinas pemakaman, dinas kebakaran dll…..wah macam2 tergantung selera pejabat didaerah.

    –Agustinus–

  5. 5
    Perkembangan Transportasi Pacu Pemanasan Global | Web Blog Alam Pringanjaya Says:

    […] Banyak Daerah Tak Peduli Perencanaan Transportasi […]

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930