Medan (SIB)
Tim Kunker DPRDSU Dapem VII Nias dan Nias Selatan menilai pelaksanaan BRR (Badan Rehabilitasi Rekonstruksi) di Nias dan Nias Selatan (Nisel) tidak tepat sasaran bahkan sejumlah proyek tersebut terkesan tumpang tindih.

Demikian dikatakan anggota DPRD Sumut Dapem VII asal Nias dan Nias Selatan Analisman Zalukhu SSos didampingi Ketua Tim Dodi Zaman Gomo, Sobambowo Bulolo, Alio Fau dan Ama Ano Fau kepada SIB, Kamis (8/11).

Menurutnya, pelaksanaan beberapa proyek BRR tumpang tindih dengan proyek-proyek yang dilaksanakan oleh UPRR (Unit Pemeliharaan Rehabilitasi Rekonstruksi) Jalan dan Jembatan di kedua daerah tersebut.

Dikatakan, proyek tumpang tindih yang dikerjakan pihak BRR maupun UPRR di Nias serta Nias Selatan ini terlihat terutama pada sektor jembatan, jalan, perumahan serta sejumlah sektor lainnya.

“Masalah tersebut terjadi akibat tidak adanya koordinasi antara BRR dengan pemerintah setempat sehingga pelaksanaan proyek dimaksud tidak diketahui sama sekali oleh pemerintah kabupaten”, ujarnya.

Sementara Pemkab setempat mengharapkan kepada Anggota DPRD Sumut Dapem VII asal Nias dan Nias Selatan untuk membahas persoalan itu ke tingkat propinsi dan pusat karena banyak proyek perumahan BRR di Nias diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan dialihkan kepada orang lain akibat birokrasi kurang baik di pihak BRR. (M11/c)

Sumber: SIB, 9 November 2007

Facebook Comments