TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setuju permintaan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi(BRR) Aceh-Nias untuk melakukan penunjukan langsung proyek pembangunan sarana dan prasarana perumahan.

“Presiden berikan arahan untuk membangun sarana dan prasarana pemukiman yang belum selesai supaya bisa mengejar waktu, untuk bisa diberikan penunjukkan langsung,” kata Kuntoro Mangunsubroto Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Kamis(8/11), usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta.

Kuntoro mengatakan ada sebagian wilayah yang belum memiliki prasarana dan sarana walaupun rumahnya sudah dibangun. “Anda bisa bayangkan rumah-rumah sudah ada tapi jalannya buruk. Bisa saja melaui pelelangan, tapi itu makan waktu, padahal jumlah pemukiman semacam ini berserakan di mana-mana,” ujar dia.

Proyek-proyek yang bisa dilakukan penunjukan langsung tersebut misalnya pembangunan kamar mandi, WC, dan jalan lingkungan. “Tapi ini bukan untuk membuat rumahnya,” ujarnya.

Untuk menghindari korupsi, lanjut Kuntoro akan dilakukan upaya supervisi dan pengawasan yang lebih tajam pada proyek penunjukan langsung tersebut. Mereka juga akan meningkatkan kontrol kualitas proyek tersebut.

Badan ini akan mengakhiri tugasnya April 2009. Mereka mentargetkan seluruh pembangunan akan berakhir November 2008. Presiden Yudhoyono, lanjut Kuntoro puas dengan kinerja BRR.

Dalam kesempatan tersebut, Kuntoro juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias. Hingga Oktober ini, badan ini telah menyelesaikan pembangunan 102.063 rumah bagi korban tsunami. Badan ini mentargetkan merampungkan 140 ribu rumah hingga April 2008.

Menurut Kuntoro, saat ini dana donor internasional masih tersisa US$ 150 juta. Beberapa negara juga masih berkomitmen menambah bantuan. Seperti Jerman, Inggris, dan Belanda. (SUTARTO)

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/08/brk,20071108-111119,id.html, Kamis, 08 November 2007 | 17:56 WIB

Facebook Comments