* Sekolah Gelar Ibadat

Balige, WASPADA Online
Sebanyak 40 pelajar SMA Bintang Timur Balige (BTB Katolik) secara mendadak pada saat proses belajar mengajar berlangsung tiba-tiba kesurupan roh gaib, Senin (5/11) dan anehnya para pelajar yang kesurupan itu berbeda-beda kelas.

Mengantisipasi berlangsungnya terus-menerus terjadinya para pelajar kesurupan roh-roh gaib, maka pihak sekolah bertindak menggelar acara ibadat umat kristiani, Selasa pagi (6/11) yang dihadiri Bupati Tobasa St.Drs.Monang Sitorus.SH.MBA beserta jajarannya.

Berbagai keterangan yang berhasil dihimpun Waspada, menyebutkan, sebelumnya sekira satu minggu lalu para pelajar yang bertempat tinggal pada asrama putri sudah pernah mengalami kesurupan roh gaib. Sekira 10 pelajar putri menjelang subuh hendak bersiap-siap ke sekolah secara mendadak berteriak-teriak tidak karuan sewaktu masih di asrama putri.

Sebagian para pelajar yang kesurupan roh-roh gaib akhirnya tidak mampu lagi untuk pergi ke sekolah karena setelah habis tubuhnya digeranyangi roh-roh setan maka kondisi tubuhnya langsung lemas dan pulang ke-rumah orang tuanya untuk beristirahat.

Tidak ada ubahnya seperti kejadian di asrama putri, 40 pelajaryang berbeda-beda kelas ini pun mengalami kejadian serupa yang kesurupan roh-roh gaib. Sewaktu guru kelas sedang berbicara menerangkan mata pelajaran, para pelajar berteriak-teriak dan kejang-kejang sambil matanya melotot.
Beberapa pelajar sewaktu kesurupan menjadi berguling-guling di lantai kelas namun waktu kesadaran mereka untuk kembali normal sediakala kondisinya bervariasi antara 10 menit hingga sampai 1 jam.

Pastor, pendeta dan paranormal waktu itu terlihat mengeluarkan kemampuannya masing-masing untuk mengusir roh-roh itu. Hingga sekarang tidak diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kesurupan seperti dialami para pelajar SMA Katolik Balige, karena dalam sejarah berdirinya sekolah tersebut baru kali ini pernah terjadi.

Kepala Sekolah BTB Katolik Frater P Siagian kepada wartawan usai pelaksanaan ibadat mengatakan, tidak mengetahui penyebab para pelajar tiba-tiba menjadi bertingkah aneh namun diharapkan atas pelaksanaan acara ibadah bersama ini mudah-mudahan iman para pelajar semakin meningkat. (a33)

Sumber: Waspada, 8 November 2007