Latihan dan pengalaman bisa mengubah bagaimana otak diorganisasikan, demikian sebuah studi di Amerika yang membandingkan 20 orang konduktor musik dan 20 orang yang awam tentang musik.

Subjek penelitian berumur antara 28 hingga 40 tahun. Para konduktor musik itu memiliki pengalaman rata-rata lebih dari 10 tahun sebagai direktur band atau orkestra di sekolah menengah pertama / atas.

Para peneliti menggunakan magnetic resonance imaging (fMRI) untuk memantau aktivitas otak subjek penelitian ketika melakukan aktivitas mendengar dua ton ketinggian nada. Mereka harus membuka mata ketika melakukan aktivitas tersebut.

Pada mulanya, para konduktor dan yang awam musik menunjukkan pengurangan aktivitas dalam daerah pemrosesan visual otak dan peningkatan aktivitas pada bagian pendengaran. Tetapi begitu tugas mulai semakin berat, hanya subjek yang awam terhadap musik yang menujukkan aktivitas yang meningkat pada indera visual mereka. Ini menunjukkan bahwa latihan dan pengalaman musik para konduktor tersebut telah mengubah cara kerja otak mereka.

“Karena tugas sama sulitnya untuk setiap subjek, perbedaan yang teramati antara para konduktor dan para subjek yang awam musik pasti berkaitan dengan perubahan cara mereka berhadapan dengan informasi sensori yang tak relevan dan bukan hanya pada kemampuan mereka melakukan tugas tersebut,” kata W. David Hairston, peneliti pascadoktoral bidang radiologi pada Advanced Neuroscience Imaging Research Laboratory di Wake Forest University Baptist Medical Center, Winston-Salem, N.C.

“Umumnya, berdasarkan pengamatan terhadap subjek non-musik, otak menambah secara aktif informasi yang harus diabaikan dari indera-indera lain jika seseorang harus berkonsentrasi untuk satu indera,” kata Hairston.

Ia mencatat bahwa para konduktor secara rutin harus membedakan antara perbedaan – perbedaan kecil pada bunyi dan sering harus melakukan ini sambil membaca partitur dan mengawasi/berkomunikasi dengan para siswa yang sedang belajar musik. Ini meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi pada sebuah tugas pendengaran yang sulit tanpa harus meningkatkan supresi terhadap informasi visual.

Hasil-hasil studi ini “menunjukkan otak menyaring informasi dari indera-indera yang berbeda dengan sangat fleksibel dan adaptif, dan berubah dengan tuntutan tugas yang sedang dilaksanakan. Latihan dan pengalaman yang sangat khusus sangat mempengaruhi otak bekerja,” kata Hairston. (yahoo news, 5/11/07)

Facebook Comments