*Adpel Gunungsitoli Imbau Nakhoda Kapal Tetap Aktifkan Radio Pantai

Gunungsitoli, (Analisa)

Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Angin Gunungsitoli mengimbau kepada setiap nakhoda kapal, khususnya yang berlayar di sekitar pantai Barat Sumatera untuk tetap mengaktifkan serta selalu berkordinasi dengan radio pantai yang berada di pelabuhan Gunungsitoli maupun di pelabuhan Sibolga.

Dengan demikian, pelayaran yang dilakukan tetap dapat dipantau serta komunikasi dapat lancar dan segala informasi yang terjadi saat pelayaran dapat diterima di darat.

Imbauan itu disampaikan Petugas Penjagaan dan penyelematan (GAMAT) Adpel Gunungsitoli Irani Zega, didampingi KTU Adpel Pelabuhan Angin Gunungsitoli Makmur Rahaman Polem kepada Analisa, Rabu (24/10) saat melakukan pemantauan arus lalulintas kapal di Pelabuhan Angin Gunungsitoli.

Lalulintas kapal dalam dua hari belakangan sepi akibat cuaca sangat buruk melanda wilayah Pantai Barat Suamtera.

Menurut Irani Zega, sejak Senin hingga Selasa kapal-kapal dari pelabuhan Sibolga maupun lainnya tidak dapat sandar di Pelabuhan Angin Gunungsitoli. Hal ini disebabkan kurang mendukungnya cuaca di sekitar pantai Barat Sumatera.

“Sesuai dengan data yang diterima dari BMG gelombang yang terjadi di pantai barat Sumatera sekitar 2 hingga 3 meter dan hingga saat ini belum dapat mempredikasi badai itu kapan bisa reda,” ungkap Irani Zega.

HANYA DUA KAPAL

Kemudian, tutur Irani Zega di Pelabuhan Angin Gunungsitoli hingga Rabu siang hanya ada dua kapal yang mampu berlabuh yakni, kapal penumpang KM Osean Mikonata dan satu Kapal Landing.

Informasi terakhir ada 6 kapal lainnya sedang melakukan pelayaran dari pelabuhan Sibolga menuju pelabuhan Angin Gunungsitoli.

“Sejak Senin hingga Rabu pagi kapal-kapal yang biasa berlayar antara Sibolga- Nias melakukan perjalanan, namun kapal-kapal itu tidak menembus Pelabuhan Angin Gunungsitoli, hingga kembali ke Pelabuhan di Sibolga,” imbuh Zega.

Pihaknya mengimbau kepada nakhoda kapal untuk tidak memaksakan melakukan pelayaran jika cuaca tidak mendukung. Sebab situasi cuaca yang tidak dapat dipredikasi terkadang berubah tidak sesuai dengan BMG. Hal ini diungkapkan untuk menghidari kecelakaan.

Menyinggung masih banyak penumpang yang terlantar di pelabuhan Sibolga, ia mengatakan kemungkinan jika cuaca baik para penumpang dapat terangkut dalam satu dua hari mendatang.

Salah seorang penumpang kapal KM Osean Mikonata, Syahad Lingga yang diwawancarai Analisa di Pelabuhan Angin Gunungsitoli menuturkan, selama dalam perjalanan dari pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli, mereka diserang badai, hingga para penumpang kapal mabuk.

Selama menumpangi KM Osean Mikonata yang biasanya melakukan perjalanan hanya 3 jam, namun saat melakukan pelayaran kali ini memakan waktu 4 jam.

Ia mengaku, 3 kali gagal berlayar dari pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Angin Gunungsitoli dari Senin hingga Selasa. Dua kali melalui KM Osean Mikonata dan sekali melalui KM Blanak.

Syahad Lingga yang juga sehari-hari sebagai Kepala Pelindo Gunungsitoli mengatakan, sekitar seribuan penumpang yang baru pulang dari mudik lebaran menumpuk di Pelabuhan Sibolga untuk kembali ke Nias. (kap)

Sumber: Analsia, 25 Oktober 2007

Facebook Comments