Lagu dan Maena Golkar Nias Untuk Pemilu 1971

Wednesday, October 24, 2007
By nias

Lagu Golkar Nias*
Lala Note: Hiza Manderada (dari Buku Zinunö Gereja BNKP)

Ba zi sagörö tanöda soi Indonesia
Ba ginötö si no tehonogöi ba mböröta
Alua pemilihan
A’ozu halöwö
Ba wanuyu salahida ba ngai zamatörö

Dane-dane nögarada ya’ia Pancasila
Ba Undang-Undang Dasar öfa Wulu a Lima
Golongan Karya
Golongan Karya
… (lupa)
… (lupa)

*Judul tidak ingat lagi

Maena Kampanye Golkar**

Fanehe:
Ya ya ya
Duhu da’ö, tenga faya
Da tafondrondrongo maena nakhida
Ya’ita Golongan Karya

**Dalam rangka kampanye besar-besaran Golkar di Nias pada saat itu, maena ini diperlombakan – setiap desa mengirim wakilnya ke Gunungsitoli untuk mengikuti perlombaan meana (dan barangkali juga) lagu di atas. Maena ini indah sekali dan ceria.

Catatan:
Pemilu 1971 adalah pemilu pertama yang diselengarakan oleh Pemerintahan Orde Baru di bawah Pemerintahan Jenderal Suharto. Ada 10 partai peserta pemilu yang terdiri dari (disusun menurut nomor urut dalam surat pemungutan suara): 1. Partai Katolik, 2. Partai Syarikat Islam Indonesia, 3. Partai Nahdlatul Ulama, 4. Partai Muslimin Indonesa, 5. Golongan Karya, 6. Partai Kristen Indonesia, 7. Partai Musyawarah Rakyat Banyak (MURBA), 8. Partai Nasional Indonesia, 9. Partai Islam PERTI, 10. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). (Sumber: Wikipedia)

Berdasarkan ingatan penulis yang pada saat itu masih duduk di bangku SD, saat-saat menjelang kampanye hingga Pemilu berlangsung adalah saat-saat yang mencekam. Sejumlah okum tentara yang pada waktu itu melalui institusi TNI/ABRI secara resmi mendukung partai pemerintah (Golkar) kerapkali datang ke pelosok-pelosok di Nias untuk melakukan kampanye terang-terangan untuk Golkar. Bahkan di beberapa tempat, gambar-gambar partai lain selain Golkar dipaksa diturunkan dari dinding atau depan rumah untuk digantikan dengan gambar pohon beringin, lambang Partai Golkar. Kepala-kepala desa dipaksa mengerahkan massa untuk memilih Golkar dalam Pemilu, dan kepada desa yang membangkang tidak jarang mendapat tekanan fisik berupa pemukulan atau penahanan. Pada waktu itu para kepala desa dijanjikan akan mendapat fandru gasi (lampu petromaks – barang yang cukup langka di desa-desa Nias saat itu) dan sejumlah uang, apabila para kepala desa bisa “mensukeskan pemilu” (istilah yang dimaksudkan untuk memenangkan Golkar). Setelah Pemilu para kepala desa itu gigit jari karena mereka ternyata tidak mendapatkan lampu petromaks dan uang yang tadinya dijanjikan buat mereka.

Partai politik yang berpengaruh di Nias pada waktu itu antara lain: Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Nasional Indonesia (PNI). Tokoh terkemuka dari Parkindo saat itu adalah Drs. Sinufa Gulö (+) yang meninggal menjelang Pemilu 1971. Dari PNI sangat dikenal nama MN Hawan alias Ama Zididi.

Namun kehadiran Golongan Karya membawa dampak kepada kedua partai itu dan partai-partai lain. Karena situasi perpolitikan yang menguntungkan partai pemerintah (Gokar), maka partai-partai lain berada pada posisi yang sulit. Banyak tokoh partai besar ini lari ke Golkar untuk mengamankan diri dari tekanan dan sekaligus melihat peluang yang lebih besar di Golkar.

Ada juga juga yang tetap bertahan di partainya yang lama dan berjuang habis-habisan untuk partai itu. Sebut saja Mohammad Nasib Hawan (MN Hawan) alias Ama Zididi, tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) Kabupaten Nias pada saat itu. Tokoh Nias yang berasal dari Hinako ini berkali-kali ditahan oleh pihak aparat keamanan agar tidak melakukan kampanye untuk PNI. Namun setiap kali ia bebas, ia tetap saja dengan gigihnya melawan kesewenang-wenangan yang ditimpakan kepada paratinya dan partai lain oleh pihak aparat keamanan (tentara) saat itu.

Di Nias, tokoh Golkar terkemuka pada waktu itu adalah Pendeta Roos Telaumbanua (PR Telaumbanua), mantan Gubernur Sumatera Utara periode: 1965-1967. Dalam daftar calon calon tetap anggota DPR/MPR untuk Pemilu 1971, seingat penulis PR Telaumbanua menempati urutan ke empat untuk daerah pemilihan Sumatera Utara. Adam Malik, mantan Wakil Presiden RI, berada pada urutan pertama. Pada Pemilu 1971 PR Telaumbanua berhasil menjadi anggota DPR/MPR pertama asal Nias.(brk)

*Koreksi atas informasi dalam tulisan ini dapat dikirim ke Redaksi: nias.online@gmail.com

Tags:

Komentari

Kalender Berita

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031