Sibolga, WASPADA Online

Beberapa hari belakangan ini cuaca buruk berupa badai dan gelombang ombak yang tidak dapat ditentukan datangnya, terkadang siang, sore dan malam sehingga sulit diprediksi, menghantam perairan Pantai Barat Sumatera.

Pantauan Waspada, karena seringnya badai, para nelayan tradisional takut melaut. Berbeda dengan kapal nelayan modern (kapal besar), tetap melaut walau badai menerjang. Begitu juga situasi Pelabuhan Sibolga, dimana kapal-kapal penumpang dan kargo tetap berangkat.

Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Sibolga, Abdul Rahman, SE ketika dikonfirmasi wartawan melalui Kasi Petugas Lalu lintas Angkutan Laut, B. Sirait di ruang kerjanya, Sabtu (20/10), membenarkan tiga hari belakangan badai dan gelombang ombak besar menerpa kawasan Pantai Barat Sumatera. ”Munculnya badai sulit diprediksi.”

Mengenai tingginya gelombang ombak dan apakah badai tidak mengganggu jalur lalu lintas laut, terutama ke Nias, menurut Sirait, pihaknya belum mendapat informasi dari BMG. ”Biasanya bila terjadi badai di kawasan Pantai Barat yang dapat mengganggu arus transportasi laut, BMG pusat langsung menginformasikannya kepada kita. Sampai sekarang pemberitahuan itu belum kita terima.”

Anggota DPRD Sibolga, Erwin S. Simatupang mengimbau pihak Adpel Sibolga tetap waspada dalam memberangkatkan kapal di saat musim badai. Sebelum diberangkatkan, pihak Adpel harus berkoordinasi dengan BMG. Ini sangat penting menjaga hal-hal tidak diinginkan. Kita juga mengimbau perusahaan penyeberangan, agar melengkapi alat-alat keselamatan penumpang seperti jacket pelampung, radio pantai yang harus tetap diaktifkan dan lainnya.(c09)

Sumber: Waspada, 23 Oktober 2007

Facebook Comments