R. PRAPAT, WASPADA Online

Misihati Hia, 10, bocah perempuan warga Jalan Bakti Lama, Kelurahan Bina Raga, R. Prapat, hilang sejak Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriah, Sabtu (13/10) sekira pukul 13.00. Bocah tersebut diduga diculik saat bermain-main di halaman rumahnya.

Hingga hari kelima, pelajar kelas II SDN 9 Rantau Utara itu belum kembali. Keluarga dan sanak famili yang ada di R. Prapat, Sibolga dan Nias resah karena belum menemukan tanda-tanda keberadaan Misihati. Sejauh ini belum ada permintaan tebusan dari pihak lain. Ciri-ciri Misihati, kulit sawo matang, tinggi 130 Cm, rambut lurus sebahu, mata sipit, gigi depan atas ompong satu dan agak gemuk. Sewaktu hilang mengenakan baju kurung (baju tidur) putih dan celana pendek. Diduga dibawa kabur oleh orang tanpa mengenakan sandal, sebab salah satu sandalnya tinggal di rumah.

Sehifaema Hia, 37, dan Yuliati Zai, 35, ayah dan ibu Misi hati Hia, Jumat (19/10) kepada wartawan di rumahnya menuturkan, anak angkat mereka diduga kuat diculik orang. Pasalnya, ayah dan ibu kandungnya yang telah dihubungi di Sibolga, mengaku tidak ada mengambil dan tidak mengetahui keberadaan bocah itu sampai sekarang.

Saat kejadian, papar Yuliati Zai, Misihati main-main bersama temannya di halaman rumah. Sekira pukul 11.00, anak-anak itu dipanggil makan siang. Setelah itu, sekira pukul 12.00, Yuliati yang tengah hamil 7 bulan, tidur di kamar dan tak lama kemudian dia mengajak Misi hati tidur siang, tapi si bocah balik main lagi ke luar.

Sekira pukul 14.00, Sehifaema pulang ke rumah untuk makan. Dia tidak melihat Misi, tetapi tidak begitu hirau karena mengira bocah itu masih main-main dengan temannya. Namun sore hingga malam harinya, Misi belum juga pulang ke rumah. Sehifaema dan istri bersama tetangga pun sibuk mencari kesana kemari. Misi dicari hingga ke ‘pasar malam’ di Jalan Bina Raga, R. Prapat, namun tidak juga ditemukan.

Esok harinya, Sehifaema dan Yuliati mencari Misi di seputaran R. Prapat. Foto-foto Misi ditebar sambil bertanya-tanya kepada setiap orang. Senin (15/10), Sehifaema menghubungi sanak famili di Sibolga dan di Lahusa, Nias Selatan. Bahkan ayah dan ibu kandung Misi di Sibolga yang sudah menikah lagi, mengaku tidak ada mengambil anak itu.

Misi diangkat Sehifaema dan Yuliati sebagai anak 4 tahun silam karena ayah dan ibunya menikah lagi. Misi anak kedua dari tiga bersaudara. Rabu (17/10), Sehifaema melaporkan kasus itu ke Polres Labuhanbatu. Kapolres L. Batu AKBP Tagam Sinaga saat dihubungi wartawan, Jumat (19/10), mengatakan telah mengerahkan anggotanya untuk mencari sang bocah. Namun, katanya, Polres belum menemukan indikasi anak itu diculik orang lain.

“Menurut pengakuan orangtua angkat anak itu, Misi pernah lari dari rumah setahun lalu dan ditemukan di rumah temannya di Gang Tanjung R. Prapat. Sehingga kita belum menemukan indikasi bocah perempuan itu diculik orang,” ujar Kapolres. “Tapi kali ini aneh. Anak saya sudah 5 hari belum juga pulang dan sandalnya satu ada di rumah,” ungkap Sehifaema seraya mengatakan, anak itu tidak pernah main jauh dari rumah mereka. Dia berharap Misi kembali ke rumah. “Bagi siapa yang menemukan Misi, kami harap supaya segera mengambalikannya,” harap Sehifaema.(a27)

Sumber: Waspada, 20 Oktober 2007

Facebook Comments