GAUHATI, India – Sekitar 100 ekor gajah liar berkumpul di sebuah pulau di India dan menghancurkan rumah-rumah, berpesta pora di perkebunan tebu dan membuat panik penduduk di pulau itu. Demikian laporan pejabat lokal sabtu kemarin (13/10/07).

Ribuan penduduk menggunakan petasan dan api unggun untuk menghalau kawanan gajah yang sedang mengamuk tersebut.

“Puluhan rumah telah dirusakkan dalam tiga hari terakhir oleh gajah-gajah dewasa yang memasuki pemukiman penduduk untuk mencari anak-anak gajah yang sedang mengembara,” kata magistrat lokal, L.S. Changsan.

Hingga 50 keluarga telah pindah ke sebuah sekolah lokal yang dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian, kata changsan.

Sekitar 150 ribu orang tinggal di Pulau Majuli seluas 850 km persegi di tepi Sungai Brahmaputra, hampir 500 km sebelah timur Gauhati, ibukota negara bagian Assam.

Para pejabat mengatakan gajah-gajah itu berenang ke pulau tersebut dari daerah sekitar yang berbukit dan mulai mengamuk sekitar seminggu yang lalu.

“Karyawan kehutanan dan para petugas berada di pulau itu untuk membantu penduduk mengahalau kawanan gajah tersebut,” kata Changsan. “Usaha ini ternyata tidak mudah”.

India adalah negara Asia dengan populasi gajah terbesar, sekitar 10,000 hingga 15,000 ekor. Jumlah ini semakin menyusut karena menyusutnya kawasan hunian gajah dan perburuan gading gajah.

Di negara bagian Assam sendiri ada sekitar 5,000 ekor gajah liar. Kalangan pelestari mengatakan gajah-gajah ini telah membunuh lebih dari 600 orang di Assam selama 16 tahun terakhir.

Citra satelit dari Badan Penginderaan Jarak Jauh India menunjukkan hingga 280 ribu hektar kawasan hutan Assam telah rata dengan tanah selama tahun 1996-2000.

Serangan penduduk yang marah terhadap gajah-gajah yang sedang mengembara di daerah itu mengejutkan kelompok pelestari. Penduduk meracuni 19 gajah liar di Kecamatan Sonitpur Assam bagian utara dalam tahun 2001 setelah gajah-gajah itu memakan buah-buah dan merusak pondok-pondok penduduk. (YN-13/10/07)

Facebook Comments