STOCKHOLM, Swedia – Dua orang warga AS – Mario R. Capecchi and Oliver Smithies – dan seorang warga Inggris – Sir Martin J. Evans – ditetapkan sebagai pemenang hadiah Nobel tahun 2007 bidang Kedokteran hari Senin (8 Oktober) atas temuan-temuan penting mereka yang memberikan jalan kepada teknik memanipulasi gen-gen tikus.

Proses yang digunakan secara luas ini telah membantu para ilmuwan menggunakan tikus untuk mempelajari penyakit jantung, diabetes, kanker, cystic fibrosis dan berbagai penyakit lain.

Capecchi, 70 tahun, yang lahir di Italia, bekerja di Universitas Utah, Salt Lake City. Smithies, 82 tahun, lahir di Inggris, bekerja pada Universitas North Carolina di Chapel Hill. Evans, 66 tahun, bekerja di Universitas Cardiff di Wales.

Mereka mendapat Nobel untuk teknik yang disebut gene targeting, yang memungkinkan para ilmuwan menonaktifkan atau memodifikasi gen-gen tertentu pada tikus. Hal ini memungkinkan pengkajian tentang bagaimana gen-gen tersebut mempengaruhi kesehatan dan penyakit.

Untuk menggunakan teknik ini, para peneliti memperkenalkan perubahan genetik ke dalam sel-sel tunas embrio tikus. Sel-sel ini kemudian disuntikkan ke dalam embrio tikus. Tikus-tikus yang lahir dari embrio ini diperbanyak dengan tikus-tikus lain untuk menghasilkan keturunan dengan gen yang telah berubah.

Tikus-tikus pertama yang gen-nya dimanipulasi dengan cara ini diumumkan pada tahun 1989. Sejak itu lebih dari 10,000 gen tikus telah dipelajari dengan teknik ini, kata Komite Hadiah Nobel. Ini kurang lebih setengah dari total gen yang dimiliki semua jenis tikus.

Gene targeting telah menyusupi seluruh bidang biomedik. Pengaruhnya terhadap pemahaman fungsi gen dan kentungannya bagi kemanusiaan akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang,” kata sitasi penghargaan tersebut.

“Ini adalah kejutan fantastis”, kata Capecchi dalam sebuah wawancara telefon dari Salt Lake City.

“Sangat membesarkan hati,” kata Smithies kepada The Associated Press. Setelah bekerja dalam riset selama lebih dari 20 tahun, “cukup menyenangkan dihargai dengan cara ini,” katanya.

Walau gene targeting menggunakan sel-sel tunas embrio tikus, teknik ini berbeda dari bagaimana sel-sel tunas akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit pada manusia. Pada manusia, sel-sel tunas disuntikkan untuk menjadi jaringan pengganti seperti sel-sel saraf untuk transplantasi ke dalam tubuh pasien.

Karya Capecchi mengungkap peran gen-gen yang terlibat dalam perkembangan organ mamalia, kata Komite tersebut. Evan mengembngkan jenis-jenis khusus (strains) tikus yang gennya telah diubah untuk mengkaji cystic fibrosis, dan Smithies menciptakan jenis-jenis khusus untuk mengkaji kondisi-kondisi seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Hadiah Nobel diserahkan setiap 10 Desember – tanggal kematian Alfred Nobmel yang meninggal tahun 1896. (YN/AP, 8 Oktober 2007)

Facebook Comments