Gunungsitoli (SIB)
Pembangunan rumah dari BRR Nias melalui program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) di beberapa desa Kecamatan Mandrehe rata-rata telah mencapai 50-60 persen. Pembangunan rumah dengan program berbasis masyarakat ini umumnya telah terpasang dinding dan sebagian memulai pemasangan atap, meski baru 1,5 bulan berjalan.

Kepala BRR Distrik Nias Yupiter Gulo menyatakan kegembiraannya atas perkembangan pembangunan rumah bantuan ini. Dalam kunjungan kerjanya bersama Kepala Bidang Perumahan Arif Hutapea, Manager Kesehatan, SDM dan Kelembagaan Fence Lase dan Asisten Kabid Perumahan Yunus Waruwu ke beberapa desa Kecamatan Mandrehe, Rabu (4/10) Yupiter Gulo mengingatkan agar masyarakat tidak hanya puas dengan progress fisik tetapi juga agar memperhatikan kualitas bangunan.

Saat dialog dengan warga Yupiter Gulo juga menjelaskan maksud pembangunan rumah melalui program BLM. Menurutnya, program ini ditujukan bukan hanya membangun rumah, juga untuk mengembangkan kerjasama dan kemandirian masyarakat.
Untuk itu, putra asli Mandrehe ini berharap masyarakat memanfaatkan program BLM ini dengan baik.

Tokoh masyarakat Desa Tuwuna menyatakan bahwa pembangunan rumah melalui program BLM ini sangat lancar. Pembangunan fisik rumah baru dimulai akhir Agustus 2007 dan belum genap 2 bulan banyak rumah telah menyelesaikan pemasangan dinding.

“Pembangunan rumah melalui program BLM ini sangat lancar. Saya yakin bulan Oktober ini pembangunan rumah 19 unit di desa kami seluruhnya telah rampung,” ujar Ketua KP4D Ama Suka Zai.

Kepala Bidang Perumahan BRR Distrik Nias Arif Hutapea menjelaskan bahwa pada tahun 2007, total bantuan perumahan BRR Nias di Kecamatan Mandrehe sebanyak 277 unit yang disebar di 19 desa.

Proses Hukum
Kepala BRR Distrik Nias Yupiter Gulo pada kesempatan terpisah menyatakan bahwa saat ini sedang dilaksanakan musyawarah desa di seluruh Kabupaten Nias. Pihaknya berharap agar masyarakat bersabar menunggu progress lebih lanjut, karena banyak desa yang ditangani dan agar data penerima benar-benar merupakan data final yang dapat diterima semua pihak.
Terkait data penerima bantuan perumahan ini, ia mengharapkan agar tidak ada lagi kesalahan. Bahwa pemberian rumah bantuan perumahan benar-benar ditujukan bagi mereka yang berhak.
“BRR akan menindak tegas secara hukum jika masih ada data yang diselewengkan. Proses hukum akan dilaksanakan bagi mereka yang mendapatkan bantuan padahal tidak berhak,” tegas Yupiter Gulo. (T15/q)

Sumber: SIB, 8 Oktober 2007

Facebook Comments