Gunungsitoli, WASPADA Online

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Unggulan Sukma Nias yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 14 Juli 2006, masih kekurangan fasilitas. Meski satu tahun lebih telah diresmikan dan dioperasikan dengan mulainya penerimaan siswa-siswi baru, namun SMA yang menjadi kebanggaan masyarakat Nias tersebut masih mengalami berbagai kekurangan sarana dan prasarana sebagai pendukung utama mencetak sumber daya manuasia handal.

Demikian diungkapkan Kepala SMA Negeri Unggulan Sukma Nias, Drs. AM. Gea dalam laporannya pada acara pengukuhan 58 siswa-siswi baru tahun pelajaran 2007/2008, Selasa (2/10). Pada penjelasannya di hadapan Bupati Nias, Binahati B. Baeha, SH serta pejabat lainnya, Am. Gea menyebutkan, sekolah yang dipimpinnya belum memiliki penerangan listrik, air bersih dan telekomunikasi. Selain ketiga fasilitas pendukung tersebut juga tenaga guru masih kurang termasuk belum adanya tenaga tata usaha.

Menurut Am Gea, walau dengan keterbatasan beberapa fasilitas, pihaknya tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar mengajar semaksimal mungkin. Hal ini dapat dibuktikan pada kegiatan perlombaan siswa di tingkat Kab. Nias, SMA Negeri Unggulan Sukma Nias meraih beberapa juara.

Sementara Bupati Nias, Binahati B. Baeha, SH yang mengukuhkan 58 siswa baru mengatakan, SMA Negeri Unggulan Sukma Nias diharap dapat dimanfaatkan mencetak generasi muda Nias menjadi sumber daya manusia berkwalitas dengan mutu dapat diandalkan, serta mampu bersaing di tengah persaingan yang tengah mengglobal sekarang ini.

Menanggapi kekurangan fasilitas, bupati mengatakan, tahun ini melalui dana APBD sedang dibangun asrama, selanjutnya untuk fasilitas lainnya, misalnya listrik dan prasarana lainnya akan diupayakan bertahap sehingga warga sekolah dapat tenang melakukan kegiatan dan tugas belajar tiap hari.

Pada kesempatan tersebut Ketua Komisi B DPRD Nias membidangi pendidikan, Dalifati Ziliwu menegaskan, pihaknya bersama anggota DPRD Nias lainnya senantiasa akan memperjuangkan pengalokasian anggaran untuk memenuhi kekurangan berbagai fasilitas yang belum ada di sekolah unggulan tersebut.(a35)

Sumber: Waspada, 4 Oktober 2007

Facebook Comments