Medan (SIB)
Nias Selatan mengkampanyekan hari makan tanpa daging, cuma memakan ikan pada pada 26 – 28 Oktober. Saat bersamaan digelar Open Surfing Contest Soroake Beach yang diikuti lebih dari 100 peselancar kelas internasional dan digelarnya pasar malam yang menyuguh hasil produk home industry usaha kecil menengah se-Nias Selatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nias Selatan Solistis PO Dachi SH MHum didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Selatan Ir Anselmus Dachi mengatakan hal tersebut di Diklat Kepegawaian Pemprovsu Jl Ngalengko Medan, Sabtu (29/9). Anselmus Dachi mengatakan, produk perikanan dan kelautan Nias Selatan tak hanya unggul dari sisi kualitas dan berlimpah, tapi sehat dengan gizi mendekati sempurna untuk dikonsumsi. “Pak Bupati mendukung langkah hari makan ikan tanpa daging tersebut. Makan ikan dimaksudkan mengedukasi warga Nias Selatan hidup lebih sehat dan menikmati kekayaan buminya sendiri,” tandas Anselmus Dachi.

Solistis PO Dachi menambahkan, kampanye makan ikan dan pesta seni 3 hari 3 malam nonstop mulai dimassalkan jauh-jauh hari. Selain untuk direalisir juga sebagai persiapan menyambut tetamu dari luar Sumatera Utara sehubungan ada sejumlah pesta bertaraf internasional di Nias Selatan pasca gempa bumi dan tsunami. “Kami bekerjasama dengan Semarak Hotel Medan, pimpinan Boraspati Tour & Travel CH Gultom, Djarum Black untuk hal terkait tetamu asing, akomodasi dan artis dari luar,” ujar Solistis PO Dachi sambil mengatakan untuk acara Open Surfing Contest Soroake Beach diprakirakan sedikitnya 100 pesurfing tingkat dunia hadir.

Sekaitan dengan kegiatan dimaksud, lanjut Solistis PO Dachi, pihaknya juga sedang giat mengembangkan kekayaan seni dan budaya Nias Selatan dari sisi kerajinan tangan. Sebelum bencana menimpa Nias Selatan, menurutnya, hasil kerajinan tangan wilayah tersebut sudah menasional bahkan menginternasional namun kala gempa dan tsunami datang, terjadi stagnan yang membuat perajin kekurangan gairah. “Kini, berkat dorongan dan bimbingan Pak Bupati, geliat perajin mulai terasa dan pemerintah mendorongnya dengan cara melakukan bimbingan untuk peningkatan kualitas, manajemen dan pemasaran. Salah satu caranya dengan promosi dan kegiatan dagang seperti pasar malam,” tandas Solistis PO Dachi.

Menurutnya, kegiatan dimaksud pun membuktikan pada dunia luar, khususnya orang-orang di luar Sumatera Utara bahwa Nias Selatan kini sudah kondusif untuk dikunjungi. Katanya, ada selentingan dan milis-milis di dunia maya yang menyebutkan Nias Selatan sudah kurang nikmat dikunjungi khususnya bagi peselancar. “Saya pastikan, Nias Selatan justru makin nikmat untuk didatangi, apalagi bagi wisatawan air yang ingin menikmati ombak bergulung secara alami untuk berselancar,” tutup Solistis PO Dachi. (r10/u)

Sumber: SIB, 1 Oktober 2007

Facebook Comments