Buku Pelajaran Sekolah Pertama di Nias

Thursday, September 27, 2007
By katitira

Tepat hari ini di tahun 1865, Denninger, tiba di Gunungsitoli dan memulai serangkaian tugas misi kekristenan. Adapun pelayanan misi ini semula merupakan inisiatifnya pribadi setelah dia dan keluarganya harus meninggalkan Borneo, karena perang suku sedang terjadi di sana.

Pada tahun 1870 Denninger mencetak buku pelajaran sekolah bagi Ono Niha. Buku ini memiliki sampul berjudul “Nowi Huno Lihede ba Hulo Niha- EERSTE SCHOOLBOEKJE voor het EILAND NIAS, BATAVIA LANDSDRUKKERIJ, 1870”
Buku ini dicetak oleh salah seorang Belanda yang bersimpati akan pekerjaan Denninger dan bersedia mencetaknya di Batavia (Jakarta sekarang).

Buku tersebut dibagi dalam beberapa tema, yaitu:
1. Bagian pertama “Fa’o’o-li 1.” mengenai vokal dalam abjad dan pengenalan huruf latin. Seterusnya setiap bagian diberi tahapan berupa “Fa’o’o-li 2.”, dst.
2. Mulai dari pelajaran ke-20 hingga ke-22 merupakan bagian pengenalan, pemenggalan dan pengembangan suku kata sederhana di dalam bahasa Nias (dialek Utara)
3. Bagian “Fa’o’o-li 43.” merupakan bagian pengembangan pelajaran mengenal suku kata dan sudah merupakan bagian pelajaran membaca lengkap
4.Masih di bagian ke-43, pada halaman 56-60 dan merupakan bagian akhir buku pelajaran sekolah, Denninger mulai memperkenalkan dan mengajarkan Injil serta cara berdoa kepada Yesus Kristus. Salah satu penggalannya adalah sebagai berikut (tampilan abjad tidak seperti di buku):
E Lowalani Ama,
Iaga mui sekola,
Ena’o mamunrono,
Turia Yezu Kristo.
Fahagala dodoma,
Be howu-howu h’oma;
Ehehau gui mena’o
Ihaogo fefu dodo:

Pada beberapa bagian tulisan di dalam buku ini, terdapat beberapa kata dan suku kata yang biasanya hanya diucapkan oleh penduduk dari selatan Nias pada masa sekarang. Sementara pada saat itu stasiun misi Denninger berpusat di sekitar Gunungsitoli dan kemungkinan besar Denninger belajar bahasa Nias di Gunungsitoli sekaligus melakukan penerjemahan di tempat yang sama pula.
Terjemahan lain yang pernah dibuat oleh Denninger adalah Injil Lukas. Terjemahan ini kelak dikritik oleh koleganya karena belum sempurna dan tugas penerjemahan Alkitab dilanjutkan kemudian oleh H.W. Sundermann mulai tahun 1876.(ya’ahowu/katitira)

Sumber:Telaumbanua,N. (2002): Missionar dan Utusan Misi Jerman di Nias 1865-2001

6 Responses to “Buku Pelajaran Sekolah Pertama di Nias”

  1. 1
    Nurmila_Gulo Says:

    Ya’ahowu…

    Saya seorang putra asal nias yang sudah sekian tahun merantau di negeri seberang. Namun…sampai saat ini saya belum begitu memahami silsilah kebudayaan daerah nias sendiri.

    Jadi…saya akan berterima kasih sekali bila deskripsi seputar asal-usul wilayah nias dimuat dalam artikel ini.

    Terima kasih mba’/mas katitira

  2. 2
    Ricky Yakub Daeli Says:

    Kalo ada artikel atau sejarah tentang asal-usul NIAS mohon dimuat, agar kita sebagai anak asli nias tau. Yahowu!!!

  3. 3
    haba ndruru Says:

    Asal usul Ono niha (nono niha/Org Nias) menurut cerita kakek saya (sinenge )berasal dari salah satu suku di Mongolia atau bangsa Vietnam. Konon dulu ada sepasang kekasih dari kasta raja yang mau dipestakan secara besar-2 an oleh ayahandanya. Tetapi ditengah suasana acara pesta yg meriah, sang raja murka besar karena menantunya Laki2
    ternyata dari keturunan/keluarga miskin. Akhirnya raja malu dan hukumannya adalah mati! Tetapi karena kasihan, melihat mayat putri mahkotanya (tunggal), raja memutuskan agar eksekusi( hukuman gantung) dilakukan di pinggir pantai. Sesampai di pantai, puteri memohon kpd kepala prajurit agar mereka dihanyutkan ketengah laut dan dikabulkan shg mereka (mempelai) sampai dan singgah di sebuah pulau yang kita kenal skrg P.NIAS. Dari kisah ini budaya, w.kulit, adat isitiadat kita mendukung.

  4. 4
    Brilian Jaya Mendofa Says:

    Klu bisa gua tambahkan,apa yg disampaikan Om Haba Ndruru.Daerah yang mereka telusuri adalah samudra Indonesia-Selat Sunda dan Samudera Hindia.Karena tinggi dan besarnya ombak dari samudera tsb mereka terhempas ke pulau itu.Dan secara kebetulan mereka sampai di muara sungai Susua(Gomo).Karena airnya tenang mereka penasaran dan menyisir terus pikirnya ini laut tenang.Dan akhirnya mereka sampai hulu sungai Susua dan berteduh disitu.Disinilah mereka memulai kehidupan dgn membuat gubuk.yang kita kenal skrg yaitu:BERONADU/BERONADUNI di Sifalago(GOMO).Dari kata Bero=AWAL/POKOK,(nama pohon)ADU=Kepercayaan,
    Adu/Mengadu=Mencoba/Menyampaikan,ADUNI=Sarang.Jadi BORONADU adalah Awal Membina Kehidupan………Klu ada yg menambahkan silahkan.

  5. 5
    haba ndruru Says:

    Terima kasih dek tambahannya.Kemudian dari argumen ini bisa kita munculkan Fakta pendukung yaitu:warna kulit agak putih(kuning langsat),mata sipit sept Chaines,pola makan,postur tubuh,kumis dan alat berburu yaitu tombak dan Samurai ala Jepang. Pesta Pernikahan Pengantin seperti Bangsawan terlebih Pengantin Perempuan.Seterusnya dan seterusnya Dll.
    Hayo Tambahkan lagi……. untuk menambah wawasan kita ttg asal usul ONO NIHA YANG KITA CINTAI INI.Ya’ahowu.

  6. 6
    Riski Zebua Says:

    woooww

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930