Redaksi Yaahowu menerima email dari Emanuel Migo (BRR Nias) tentang permohonan pemuatan Klarifikasi dari Bank Dunia Jakarta atas pemberitaan SIB tanggal 21 September 2007 berjudul: Bank Dunia: Proses Rekonstruksi Nias Mengkhawatirkan, yang dimuat juga di situs Yaahowu. Berikut adalah Klarifikasi dari Bank Dunia.

Kami ingin mengklarifikasi berita yang terbit di Harian Sinar Indonesia Baru yang terbit pada hari Jumat, 21 Oktober 2007 yang berjudul Bank Dunia: Proses Rekonstruksi Nias Mengkhawatirkan. Pemberitaan ini berkaitan dengan Laporan Analisis Pengeluaran Publik Nias dan kemajuan rekonstruksi di Pulau Nias.
Beberapa hal yang kami klarifikasi:

  1. Bank Dunia memperkirakan dana sekitar US$495 juta telah dialokasikan untuk rekonstruksi di Pulau Nias yang akan digunakan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun, dari tahun 2005 sampai 2009. Kami memperkirakan bahwa alokasi dana rekonstruksi di tahun 2006 yang bersumber dari mitra-mitra rekonstruksi, donor, LSM, dan Pemerintah Indonesia, adalah sekitar Rp 1,1 triliun dan bukan Rp 5 triliun seperti tersebut di dalam pemberitaan SIB.
  2. Laporan kami memfokuskan untuk menganalisis pengeluaran pemerintah daerah. Oleh karenanya, sebagian besar analisis kami adalah ditujukan kepada pengeluaran/belanja pemerintah daerah dan bukan pengeluaran/belanja rekonstruksi. Laporan kami mengatakan bahwa peningkatan pengeluaran/belanja pemerintah dialokasikan pada pengeluaran rutin. Kami tidak melaporkan bahwa sebagian besar dana rekonstruksi dibelanjakan pada pengeluaran rutin, seperti dalam artikel SIB.
  3. Tentang kemajuan rekonstruksi, World Bank menggarisbawahi, baik di laporan, siaran pers, dan presentasi yang diberikan kepada media, bahwa banyak tantangan terhadap usaha-usaha rekonstruksi seperti halnya letak pulau yang cukup terpencil dan tingginya biaya transportasi, namun banyak juga kesempatan dan kemajuan yang telah terjadi di lapangan. Laporan ini menggunakan data kemajuan di tahun 2006, yang merupakan data yang dikumpulkan bersama oleh Bank Dunia dan BRR seperti halnya yang tercantum halaman 29 di laporan kami. Dalam waktu 10 bulan, tentu saja banyak kemajuan proses rekonstruksi di Pulau Nias dan Sinar Indo nesia Baru dapat mengkontak BRR untuk mendapatkan data terbaru.

Bank Dunia ingin menggarisbawahi bahwa banyak tantangan dalam proses rekonstruksi di Nias seperti yang diakui banyak pihak pekerja rekonstruksi dan masyarakat Nias sendiri. Terlepas dari tantangan yang ada, rekonstruksi berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Kami berharap Redaksi Sinar Indonesia Baru dapat menerbitkan klarifikasi ini.

Salam,
Enrique Blanco Armas
Ekonom, Bank Dunia, Jakarta

Facebook Comments