Utang Para Pengusaha Kecil Bisa Dijadwalkan Ulang

Sunday, September 23, 2007
By katitira

BI Diskusikan Moratorium UMKM

Yogyakarta, Kompas – Berkaitan dengan tuntutan moratorium atau penundaan pembayaran utang yang diajukan sekitar 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah korban gempa bumi di Yogyakarta, Kamis (19/7), Bank Indonesia berencana mendiskusikan hal tersebut dengan kalangan bank dan lembaga keuangan nonbank untuk mencari titik temu permasalahan itu.

“Akan dicari titik temu, yakni agar di satu sisi kalangan UMKM korban gempa tidak terbebani, namun di sisi lain juga mempertimbangkan kondisi bank yang tetap harus hidup,” kata Ketua Tim Pengawasan Bank Indonesia Yogyakarta Agus Budiyono, Jumat (20/7) di Yogyakarta.

Agus menuturkan, istilah moratorium sebenarnya berkonteks utang luar negeri. Namun, ia menuturkan, apa pun istilahnya, hal yang dituntut UMKM tersebut ialah permintaan penundaan pembayaran dari pokok maupun bunga selama tiga tahun.

Menurut Agus, Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang dikeluarkan Juni 2006 pascagempa memungkinkan adanya restrukturisasi hingga tiga tahun sampai 2009, antara lain bisa berupa rescheduling (penjadwalan kembali) utang atau reconditioning (pengaturan kembali) utang. Ada beberapa variasi rescheduling. “Misalnya, rescheduling enam bulan dan dibebaskan pokoknya, maka dia hanya bayar bunga. Ada juga yang memang dia dibebaskan baik pokok atau bunga. Itu tergantung masing-masing bank,” kata Agus.

Melalui reconditioning, bank dapat mengatur kembali pokok atau bunga. “Katakanlah, semula bunga 15 persen dapat diturunkan jadi 10 persen. Itu juga dimungkinkan, tapi itu silakan kebijakan masing- masing bank,” tuturnya. Restrukturisasi

Jangka restrukturisasi yang terlalu pendek, misalnya 3-6 bulan, mungkin dinilai terlalu singkat bagi UMKM yang sedang berupaya memulihkan diri dari dampak gempa sehingga kalangan bank juga diimbau mempertimbangkan kondisi UMKM tersebut.

Apalagi, sesuai aturan, kata Agus, restrukturisasi bisa berkali- kali. Kalau dalam waktu enam bulan UMKM benar-benar dinilai belum mampu, ini bisa diperpanjang. Apalagi, ujar Agus, dalam PBI memungkinkan hal itu dilakukan sampai tiga tahun.

Namun, lanjut Agus, pencarian titik temu tadi juga harus menimbang bank. “Sebab, bank juga perlu hidup. Kalau nanti yang mengambil kredit secara bersamaan lantas gak bayar bunga, lalu dari mana bank akan membayar kewajiban-kewajibannya?” ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengutip imbauan Menteri Koordinator Perekonomian Boediono agar bank dalam menagih kredit melakukan sesuai etika perbankan sehingga tidak menekan atau makin membebani UMKM yang tengah kesulitan. (CAS)

Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/21/jogja/1040111.htm

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930