BPPT Bangun Pusat Riset dan Pelatihan Tsunami

Sunday, September 23, 2007
By katitira

Sebuah artikel menarik mengenai manajemen penanggulangan bencana alam, khusus Tsunami, bukan hanya dalam wacana berskala internasional dipersiapkan, tetapi juga telah disiapkan oleh BPPT di Indonesia. Langkah konkret dalam skala daerah juga penting dipikirkan sejak dini, karena di wilayah inilah gempa yang berpotensi Tsunami terjadi. (ya’ahowu/katitira)

Jakarta, Kompas – Samudra Hindia tergolong wilayah perairan yang luas dan rawan tsunami, tetapi hingga kini belum ada negara yang berada di kawasan itu yang intensif meneliti dan memantau potensi bencana yang kerap menelan banyak korban jiwa ini.
Hal inilah yang mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merintis pendirian Pusat Riset dan Pelatihan Tsunami Samudra Hindia (Indian Ocean Tsunami Research and Tsunami Center),” ujar Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Jumat (21/9).
Pembangunan pusat riset dan pelatihan yang akan diresmikan tahun 2008 itu, kata Ridwan, merupakan momentum yang tepat karena perhatian dunia untuk melakukan penelitian di Indonesia sangat besar setelah tsunami Aceh yang berdampak luas di negara Asia lainnya.
Hal ini ditunjukkan oleh keinginan beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang, untuk memasang sistem pemantau tsunami di perairan Nusantara. Sampai akhir tahun 2007 akan terpasang pelampung DART (deep-ocean assessment and reporting of tsunamis) di wilayah laut Indonesia, yang merupakan bantuan asing.
Pendirian pusat riset itu, lanjut Ridwan, merupakan upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan dengan pihak asing dalam memantau tsunami di negeri ini. “Karena itu, dalam kerja sama dengan pihak asing, kita meminta adanya alih teknologi dalam pembuatan sistem pemantau tsunami,” ujarnya.
Untuk itu, badan riset ini menjalin kerja sama dengan badan riset kelautan dan atmosfer Amerika Serikat, NOAA (National Oceanographic and Atmospheric Administration), memberikan pelatihan pembangunan sistem pemantauan tsunami bagi 12 peneliti.
Saat ini di BPPT juga telah ada 30 pakar dari berbagai disiplin ilmu yang mampu membuat sistem pelampung pemantau tsunami atau tsunameter. Sistem pelampung itu akan diuji coba di Selat Sunda. (YUN)

Sumber: http://kompas.com/ tgl.22 Sept.2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2007
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930